Headline.co.id, Maluku Tenggara ~ Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun membagikan masker kepada warga di Ohoi Selayar, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Kamis (8/10/2026). Pembagian masker dilakukan sebelum Thaher menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Mujibah di Kecamatan Manyeuw. Aksi tersebut berlangsung ketika kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Langgur dan sekitarnya sejak Rabu (7/10/2026).
Thaher membagikan masker setelah melihat warga berkerumun di lokasi kegiatan. Ia mengambil sejumlah masker yang telah disiapkan dan menyerahkannya satu per satu kepada warga yang hadir.
Masker diberikan kepada warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari orang tua, pemuda, hingga anak-anak. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat yang tetap beraktivitas di luar rumah saat kondisi udara terganggu oleh kabut asap.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Bupati Ingatkan Bahaya Kabut Asap bagi Kesehatan
Thaher mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara, khususnya ketika harus melakukan kegiatan di luar ruangan. Menurut dia, kabut asap tidak hanya mengurangi jarak pandang, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan.
“Asap bukan hanya mengganggu penglihatan, tetapi juga berbahaya bagi pernapasan,” kata Thaher.
Ia menyebut paparan asap dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan, seperti gangguan pernapasan, iritasi mata, serta iritasi pada hidung dan tenggorokan. Karena itu, masyarakat diminta menggunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan ketika beraktivitas di luar rumah.
Selain memakai masker, warga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi asap masih mengganggu kualitas udara. Masyarakat juga dianjurkan menggunakan penyaring udara apabila tersedia, mencukupi konsumsi air putih, serta mengonsumsi makanan bergizi.
Ajakan Mencegah Pembakaran Lahan
Bupati Maluku Tenggara juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memperburuk kondisi kabut asap. Menurut Thaher, upaya perlindungan kesehatan dan pencegahan memburuknya kualitas udara perlu dilakukan secara bersama-sama.
“Lindungi diri, keluarga dan lingkungan kita. Mari cegah pembakaran lahan untuk lingkungan yang sehat dan masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Thaher menilai perlindungan terhadap kesehatan masyarakat harus berjalan beriringan dengan pembangunan daerah. Pembangunan infrastruktur, kata dia, tidak akan bermakna apabila kondisi kesehatan masyarakat diabaikan.
“Percuma membangun infrastruktur yang megah jika masyarakatnya tidak sehat,” tegasnya.
Perlindungan Dimulai dari Langkah Sederhana
Menurut Thaher, masyarakat dapat memulai perlindungan kesehatan dari sejumlah langkah sederhana, lain menggunakan masker, menjaga kondisi tubuh, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus mengingatkan warga untuk memperhatikan kondisi udara dan membatasi kegiatan di luar ruangan apabila kabut asap masih mengganggu. Imbauan tersebut disampaikan bersamaan dengan ajakan untuk mencegah pembakaran lahan yang dapat memperburuk keadaan.
Dengan langkah perlindungan tersebut, warga diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan selama kabut asap menyelimuti Kota Langgur dan wilayah sekitarnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















