Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap Pesparani Katolik Nasional IV Tahun 2027 di Sulawesi Utara, khususnya Manado, memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal dan pelaku UMKM. Harapan itu disampaikan Menag di Jakarta, Selasa (29/9/2026), saat menekankan bahwa Pesparani IV 2027 tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan dan silaturahmi antarumat beragama. Menurut dia, perhelatan yang diikuti peserta dan pengunjung dari 38 provinsi tersebut berpotensi menghidupkan hotel, transportasi, kuliner, serta usaha masyarakat. Dampak itu diharapkan muncul melalui pengelolaan acara yang maksimal dan persiapan terintegrasi sejak jauh hari.
“Kehadiran Pesparani ini harus dimaknai sebagai sebuah liturgi yang bisa membangkitkan rasa keberagaman itu sendiri. Jadi bukan saja memperkuat silaturahim, tetapi juga ada efek ekonomi yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Nasaruddin.
Pesparani IV 2027 diharapkan menjadi pesta rakyat
Nasaruddin menilai perhelatan besar keagamaan nasional memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dipersiapkan dan dikelola dengan baik. Ia menyebut pengalaman penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional di Semarang dan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparawi) 2026 di Manokwari sebagai gambaran dampak ekonomi dari kegiatan keagamaan berskala nasional.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Sebagai gambaran, seperti MTQ di Semarang kemarin, total biaya yang dikeluarkan sekitar Rp700 miliar, namun perputaran dan keuntungan ekonomi yang diperoleh dari kedatangan para pengunjung mencapai Rp1,3 triliun. Jadi tidak ada perhelatan besar keagamaan yang rugi,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pesparawi 2026 di Manokwari, Papua Barat, menghasilkan dampak ekonomi yang mencapai dua kali lipat dari anggaran yang dikeluarkan. Dampak tersebut, menurut dia, terlihat dari bergeraknya sektor UMKM dan jasa transportasi selama pelaksanaan kegiatan.
Berdasarkan pengalaman itu, Nasaruddin menyebut Pesparani IV 2027 di Manado nantinya dapat menjadi “pesta rakyat” yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Kehadiran kontingen, peserta, dan pengunjung dari 38 provinsi diperkirakan meningkatkan aktivitas berbagai sektor ekonomi di daerah.
Hotel, transportasi, dan UMKM menjadi sektor terdampak
Nasaruddin memperkirakan kapasitas perhotelan di Manado akan dipenuhi oleh peserta dan pengunjung Pesparani IV 2027. Selain akomodasi, moda transportasi lokal, seperti ojek dan mobil sewaan, juga diproyeksikan mengalami peningkatan aktivitas selama acara berlangsung.
Sektor kuliner dan UMKM turut disebut sebagai bagian yang akan bergerak. Tingginya mobilitas peserta dari berbagai daerah dinilai dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal yang menyediakan barang dan jasa selama perhelatan berlangsung.
Jika kapasitas hotel tidak mencukupi, rumah-rumah warga setempat berpotensi dimanfaatkan sebagai homestay bagi kontingen dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada sektor perhotelan, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat yang menyediakan tempat tinggal dan layanan bagi para peserta.
“Hotel-hotel semuanya akan terisi, transportasi seperti ojek dan mobil sewaan akan hidup. Bahkan jika hotel kurang, rumah-rumah penduduk bisa dipakai untuk menyambut para peserta dari seluruh Indonesia. Inilah pesta rakyat yang dampaknya paling terasa,” jelas Nasaruddin.
Panitia diminta membagi persiapan di Jakarta dan Manado
Besarnya cakupan Pesparani IV 2027 membuat Nasaruddin meminta panitia pelaksana segera menyusun persiapan secara matang dan terintegrasi. Ia mengingatkan, waktu satu tahun yang tersedia tidak panjang untuk menyiapkan acara besar dengan peserta dari seluruh Indonesia.
Menurut dia, panitia perlu memetakan sejak awal pekerjaan yang diselesaikan di Jakarta dan hal-hal yang harus ditangani di Manado. Pembagian tersebut dinilai penting agar persiapan penyelenggaraan dapat berjalan sesuai kebutuhan masing-masing lokasi.
“Pokoknya ini masih ada waktu satu tahun, tetapi satu tahun itu tidak terasa untuk sebuah acara besar. Maka harus dipetakan dengan jelas mana hal-hal yang diselesaikan di Jakarta dan mana yang diselesaikan di Manado,” imbau Menag.
Menag berharap Paus dapat hadir
Selain dampak ekonomi dan penguatan kebersamaan antarumat beragama, Nasaruddin berharap Pesparani IV 2027 di Sulawesi Utara menghadirkan sesuatu yang luar biasa. Salah satu harapan yang disampaikan adalah terealisasinya rencana mengundang pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus, ke momentum tersebut.
“Kita kan ada rencana mengundang Paus ya. Jika Paus bisa berkenan hadir pada momentum Pesparani tersebut, tentu ini akan menjadi hal yang sangat luar biasa bagi bangsa Indonesia,” pungkas Menag.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















