Headline.co.id, Jakarta ~ Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Helmi Nasaruddin Umar meminta program organisasi diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Pesan itu disampaikan dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H DWP Kementerian Agama di Jakarta, Selasa (29/9/2026). Helmi menekankan program tersebut perlu mencakup bidang pendidikan, kesehatan, sosial, pemberdayaan ekonomi, penguatan keluarga, serta kepedulian kepada kelompok yang membutuhkan. Menurutnya, nilai keteladanan Rasulullah harus diterjemahkan melalui kegiatan organisasi, kehidupan keluarga, dan pengabdian yang memberi manfaat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut mengusung tema “Cinta Rasul, Keluarga Kuat dan DWP Berdampak”. Dalam arahannya, Helmi mengatakan Maulid bukan hanya momentum untuk mengenang Nabi Muhammad SAW, tetapi juga kesempatan menghadirkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Keteladanan itu, kata Helmi, perlu diwujudkan dalam dua ruang penting, yakni keluarga dan pengabdian organisasi. Ia memaknai cinta kepada Rasulullah melalui tiga bentuk, yaitu cinta kepada keluarga, cinta kepada sesama, dan cinta dalam pengabdian.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ketiga bentuk cinta tersebut tidak cukup berhenti sebagai pemahaman, tetapi perlu diterjemahkan ke dalam perilaku dan kegiatan yang memberikan manfaat. Karena itu, Helmi meminta DWP Kementerian Agama menyusun dan menjalankan program yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Program DWP Kemenag Perlu Menyentuh Kebutuhan Nyata
Helmi menyebut sejumlah bidang yang dapat menjadi sasaran program DWP, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi. Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan keluarga serta kepedulian kepada kelompok yang membutuhkan.
“Di sini kami mohon Dharma Wanita dengan programnya hendaklah menyentuh kepada kebutuhan yang nyata, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi, penguatan keluarga, hingga kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan,” katanya.
Menurut Helmi, arah program yang menyentuh kebutuhan masyarakat merupakan bentuk penerapan nilai cinta kepada sesama dan cinta dalam pengabdian. Melalui program tersebut, DWP diharapkan tidak hanya menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan program tidak dapat dilakukan secara sendiri. DWP perlu membangun kerja sama dengan unit kerja, masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi sosial, serta berbagai mitra untuk memperluas manfaat kegiatan.
“Dharma Wanita Persatuan tidak dapat berjalan sendiri. Mari bersinergi dengan unit kerja masyarakat atau lembaga pendidikan atau organisasi sosial dan berbagai mitra untuk memperluas manfaat,” ujarnya.
Penguatan Keluarga Dimulai dari Rumah
Selain mendorong pengabdian melalui program organisasi, Helmi menempatkan keluarga sebagai bagian penting dari penerapan keteladanan Rasulullah. Ia mengingatkan anggota DWP agar menjadikan rumah sebagai tempat pertama pendidikan anak.
Menurut Helmi, keluarga membutuhkan pendampingan dan dukungan agar nilai kasih sayang serta keteladanan dapat tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Peran tersebut dapat dimulai dengan kehadiran orang tua dalam mendidik dan mendampingi anak-anak.
“Jadikan rumah kita adalah madrasah pertama bagi anak-anak, dan jadilah guru pertama yang sabar bagi mereka,” katanya.
Pesan tersebut menjadi bagian dari penekanan Helmi mengenai pentingnya keluarga yang kuat. Dalam tema peringatan Maulid itu, penguatan keluarga ditempatkan berdampingan dengan upaya menghadirkan DWP yang berdampak melalui kegiatan dan kepedulian.
Maulid Tidak Berhenti sebagai Seremoni
Helmi mengatakan keteladanan Rasulullah juga perlu diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama. Bentuknya lain berbagi, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta membangun lingkungan yang inklusif dan penuh empati.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut diharapkan mendorong penerapan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam keluarga dan pengabdian melalui organisasi.
“Cintailah rasulnya dengan meneladani akhlaknya. Kuatkan keluarga dengan kasih sayang dan keteladanan, dan hadirkan Dharma Wanita Persatuan yang berdampak melalui berkarya dan kepedulian, tentu berkolaborasi,” kata Helmi.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















