Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk pemulihan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang terdampak banjir di Aceh. Bantuan tersebut diberikan kepada 956 lembaga melalui dua program, yakni bantuan operasional pendidikan serta bantuan sarana dan prasarana pascabencana. Penyaluran dilakukan untuk menjaga keberlangsungan kegiatan pendidikan sekaligus mendukung perbaikan fasilitas yang terdampak banjir. Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, Basnang Said, menyampaikan hal itu di Jakarta, Selasa (20/9/2026).
Bantuan Kemenag tersebut terdiri atas bantuan operasional pendidikan sebesar Rp15.289.817.140 dan bantuan sarana serta prasarana pascabencana sebesar Rp49.938.928.000. Secara keseluruhan, nilai bantuan mencapai Rp65.228.745.140 atau sekitar Rp65,2 miliar.
Bantuan operasional diberikan kepada 305 lembaga
Basnang menjelaskan, Kemenag menyalurkan Bantuan Operasional Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam Pascabencana kepada 305 lembaga. Total bantuan dalam program tersebut mencapai Rp15.289.817.140.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Bantuan operasional itu ditujukan untuk menjaga kegiatan pembelajaran dan layanan pendidikan bagi santri serta peserta didik di wilayah yang terdampak banjir. Dengan dukungan tersebut, lembaga pendidikan keagamaan Islam diharapkan tetap dapat menjalankan aktivitas pendidikan selama proses pemulihan berlangsung.
Menurut Basnang, pemulihan pendidikan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan perbaikan bangunan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan operasional lembaga. Karena itu, penyaluran bantuan dilakukan melalui program yang mencakup aspek operasional dan sarana prasarana.
“Pemulihan lembaga pendidikan pascabencana membutuhkan dukungan menyeluruh, baik untuk memenuhi kebutuhan operasional maupun memulihkan sarana dan prasarana. Kami ingin memastikan aktivitas pendidikan tetap berjalan dan pesantren dapat kembali menjalankan peran strategisnya di tengah masyarakat,” ujar Basnang di Jakarta, Selasa (20/9/2026).
651 lembaga menerima bantuan sarana dan prasarana
Selain bantuan operasional, Kemenag menyalurkan Bantuan Sarana dan Prasarana Pascabencana sebesar Rp49.938.928.000 kepada 651 lembaga. Bantuan ini menjadi bagian terbesar dari total dukungan yang disalurkan untuk pemulihan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam terdampak banjir di Aceh.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung pembangunan dan rehabilitasi gedung, penyediaan fasilitas belajar yang layak, serta pengadaan sarana penunjang pendidikan. Peralatan teknologi informasi dan komunikasi juga termasuk dalam kebutuhan yang dapat didukung melalui bantuan sarana dan prasarana pascabencana.
Penyaluran bantuan ini diarahkan untuk membantu lembaga pendidikan memulihkan fasilitas yang terdampak sehingga proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung dalam lingkungan yang layak. Dukungan itu juga diharapkan dapat mengurangi gangguan terhadap layanan pendidikan bagi santri dan peserta didik.
“Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan lembaga pendidikan yang terdampak, sehingga proses pembelajaran tidak terhenti terlalu lama dan para santri dapat kembali belajar dalam lingkungan yang layak,” lanjut Basnang.
Total bantuan mencapai Rp65,2 miliar
Jika digabungkan, bantuan operasional dan bantuan sarana prasarana tersebut mencapai Rp65.228.745.140. Penyaluran kepada 956 lembaga dilakukan sebagai bagian dari dukungan Kemenag terhadap keberlanjutan pendidikan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam setelah bencana.
Kemenag berharap bantuan tersebut dapat meminimalkan dampak banjir terhadap penyelenggaraan pendidikan. Selain itu, dukungan tersebut diharapkan mempercepat pemulihan aktivitas pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang terdampak.
Basnang menegaskan, pemulihan tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah. Sinergi pemerintah, pengelola pesantren, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting agar proses pemulihan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Dengan pemulihan operasional serta sarana dan prasarana, pesantren diharapkan dapat kembali menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Kemenag menempatkan keberlanjutan aktivitas pendidikan sebagai salah satu tujuan utama dari penyaluran bantuan pascabencana tersebut.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















