Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Romo Muhammad Syafii mendorong mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memperkuat peran akademik dan sosial. Dorongan itu disampaikan saat menerima audiensi Pengurus Pusat Aliansi Dewan Eksekutif Mahasiswa PTKIN (DEMA PTKIN) se-Indonesia di Kantor Kementerian Agama Pusat, Senin (28/9/2026). Romo menilai gairah politik mahasiswa di kampus merupakan hal positif, tetapi gagasan kritis juga perlu disalurkan melalui tulisan dan forum akademik. Ia berharap mahasiswa dapat menjadi mitra strategis pemerintah melalui masukan kebijakan, kajian ilmiah, dan simposium nasional.
Mahasiswa PTKIN Didorong Salurkan Kritik melalui Forum Akademik
Romo mengatakan, pemikiran kritis mahasiswa tidak harus selalu disampaikan melalui aksi demonstrasi. Menurut dia, mahasiswa dapat menyampaikan gagasan melalui pendekatan akademik yang lebih terukur, lain dengan menulis kajian atau tulisan kritis.
“Kalau kalian bikin tabulasi persentasi hasil dari demo itu, berapa persen itu. Coba pertimbangkan kalau kita lakukan hal-hal yang bersifat akademik, (melalui) tulisan-tulisan kritis, misalnya,” tutur Romo di Kantor Kementerian Agama Pusat, Senin (28/9/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ia berharap mahasiswa, khususnya dari kampus PTKIN, mampu melahirkan pemikiran kritis yang solutif. Pemikiran tersebut juga diharapkan dapat menjadi mitigasi terhadap sesuatu yang tidak diharapkan apabila persoalan terus berlanjut.
Selain menghasilkan kritik, mahasiswa PTKIN diharapkan ikut membangun komunikasi strategis dengan pemerintah. Peran itu dapat dilakukan dengan memberikan masukan terhadap kebijakan, melaksanakan kajian ilmiah, serta mengadakan simposium nasional.
DEMA PTKIN Berkontribusi dalam Penanganan Bencana
Dalam audiensi tersebut, Koordinator Pusat Aliansi DEMA PTKIN se-Indonesia, M. Miftahul Rizqi, menyampaikan kiprah organisasi yang tidak hanya berfokus pada penguatan internal. Aliansi tersebut juga berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk penanganan bencana alam di Sumatera serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
“Sejauh ini teman-teman dari Dema PTKIN telah berkontribusi nyata terhadap masyarakat, khususnya bencana yang amat mendalam bagi kita di Sumatera, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” ujar Rizqi.
Rizqi menjelaskan, kontribusi tersebut dijalankan sesuai slogan DEMA PTKIN untuk negeri. Timnya berupaya membantu mahasiswa PTKIN yang berada di daerah terdampak bencana, termasuk memperjuangkan keringanan uang kuliah tunggal (UKT).
Aliansi DEMA PTKIN juga dijadwalkan menyelenggarakan Konsolidasi Nasional pada 22-24 Oktober mendatang. Kegiatan itu menjadi bagian dari kiprah organisasi yang, menurut Rizqi, tidak hanya bertujuan memajukan organisasi, tetapi juga berkontribusi kepada masyarakat.
Mahasiswa Akan Dilibatkan dalam Satgas Bencana
Menanggapi kontribusi tersebut, Romo mengapresiasi kesigapan DEMA PTKIN dalam merespons persoalan sosial dan bencana. Ia merencanakan pelibatan aktif mahasiswa dalam satuan tugas khusus penanggulangan bencana yang tengah dibentuk oleh Kementerian Agama.
Rencana tersebut memperluas ruang kontribusi mahasiswa PTKIN di luar lingkungan kampus. Mahasiswa tidak hanya didorong untuk menyampaikan gagasan melalui jalur akademik, tetapi juga terlibat dalam kegiatan sosial yang berdampak bagi masyarakat.
Romo juga berpesan agar mahasiswa ikut menyuarakan dan mempublikasikan pencapaian serta prestasi sivitas akademika PTKIN. Upaya itu dinilai penting untuk memperkenalkan capaian kampus kepada masyarakat.
Selain mempublikasikan prestasi sivitas akademika, mahasiswa diminta meningkatkan minat calon mahasiswa terhadap PTKIN. Salah satu cara yang disampaikan Romo ialah menginisiasi bimbingan tes masuk PTKIN.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















