Headline.co.id ~ Sahabat Polisi Indonesia (SPI) mematangkan persiapan kepengurusan periode 2026–2031 melalui konsolidasi organisasi menjelang pelantikan pada 28 Oktober 2026. Konsolidasi tersebut dilakukan untuk memperkuat program SPI yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, baik melalui edukasi, kegiatan sosial, maupun komunikasi dengan kepolisian. Persiapan itu diarahkan agar pengurus di tingkat pusat dan daerah dapat segera menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing. Ketua Umum SPI Fonda Tangguh menyatakan, organisasi harus hadir melalui kerja nyata dan menjadi penghubung positif masyarakat dan kepolisian.
“SPI harus hadir dengan kerja nyata dan menjadi jembatan positif masyarakat dan kepolisian,” ujar Fonda, Minggu (27/09/2026).
Konsolidasi SPI Jelang Pelantikan
Konsolidasi organisasi menjadi langkah awal SPI untuk memastikan kepengurusan baru memiliki arah kerja yang jelas setelah pelantikan. Selain memperkuat struktur organisasi, kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun komunikasi, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta mendorong kolaborasi positif dengan kepolisian.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Fonda mengatakan, kepengurusan baru harus mampu memberikan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat. Menurut dia, keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan juga perlu terus diperkuat melalui pendidikan dan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Keamanan bukan hanya tugas polisi. Masyarakat juga punya peran,” tegas Fonda.
Ia menjelaskan, pengurus SPI di tingkat pusat maupun daerah akan didorong untuk mengembangkan program berdasarkan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing. Dengan pendekatan tersebut, program organisasi diharapkan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat secara langsung.
Fokus Program Setelah Pelantikan
Sekretaris Jenderal SPI Hendra Ferdiansyah mengatakan, konsolidasi dilakukan untuk memastikan seluruh jajaran siap menjalankan program kerja setelah pelantikan. Ia menegaskan, pengurus harus segera bekerja dengan program yang jelas setelah resmi dilantik.
“Setelah dilantik, semua harus langsung bekerja dengan program yang jelas,” ujar Hendra.
Hendra menyebut sejumlah bidang yang akan menjadi fokus penguatan program SPI. Bidang tersebut meliputi edukasi masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan, komunikasi dan media, serta pengembangan jaringan organisasi di daerah.
“Kami ingin setiap pengurus membawakan program yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” katanya.
Menurut Hendra, penguatan bidang-bidang tersebut akan menjadi bagian dari upaya SPI memperluas ruang komunikasi masyarakat dan kepolisian. Ruang komunikasi itu akan dibangun melalui kegiatan edukasi, penyampaian informasi, serta berbagai aktivitas kemasyarakatan.
Pelantikan Pengurus SPI Dijadwalkan 28 Oktober
Pelantikan kepengurusan SPI periode 2026–2031 dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober mendatang. Pelantikan tersebut akan menjadi momentum bagi pengurus di tingkat nasional dan daerah untuk mulai menjalankan agenda kerja organisasi.
Fonda menegaskan, keberadaan SPI pada akhirnya harus diukur dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Karena itu, kerja organisasi tidak berhenti pada pembentukan kepengurusan, tetapi harus dilanjutkan dengan pelaksanaan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Ukuran keberhasilan SPI adalah manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Fonda.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















