Headline.co.id ~ Menteri Agama mengajak Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) memberi perhatian terhadap kelompok minoritas. Ajakan itu disampaikan saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sekretariat PB IKA PMII, Minggu (27/9/2026). Menag menilai perlindungan terhadap kelompok rentan dan terpinggirkan perlu menjadi isu penting bagi generasi muda Nahdlatul Ulama. Upaya tersebut, menurut dia, dapat dilakukan secara bersama-sama dengan meneladani sikap Rasulullah SAW dalam menghormati kelompok berbeda.
Menag mengatakan perhatian terhadap kelompok minoritas merupakan bagian dari tanggung jawab organisasi yang berada dalam lingkungan Nahdlatul Ulama. Ia berharap kader PMII dapat mengambil peran dalam menjaga hak kelompok yang membutuhkan perlindungan.
“Saya ingin berharap kepada sahabat-sahabat PB PMII, ada hal-hal yang bisa kita lakukan. Mungkin adik-adik PB IKA PMIII belum bisa melakukan segala sesuatunya secara penuh (powerful), tetapi yang bisa bergerak bersama adalah kita,” ujar Menag dalam acara tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ia kemudian menegaskan pentingnya isu kelompok minoritas menjadi perhatian organisasi dan generasi muda.
“Kita ingin organisasi bawahan dari Nahdlatul Ulama ini memberi perhatian penting kepada kelompok minoritas. Ini harus menjadi isu buat kita,” sambungnya.
Kelompok Minoritas Perlu Mendapat Perhatian
Menag mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat. Menurut dia, salah satu prinsip yang perlu dijaga dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah adalah mempertimbangkan secara cermat dampak setiap gerakan maupun gagasan.
Pertimbangan itu diperlukan agar sebuah gerakan atau gagasan tidak justru menepikan kelompok tertentu. Karena itu, perhatian terhadap kelompok minoritas tidak hanya berkaitan dengan keberadaan mereka, tetapi juga dengan upaya menjaga hak serta perlindungan bagi kelompok yang rentan dan terpinggirkan.
Menag berharap generasi muda, termasuk kader PMII, tidak hanya berperan dalam menjaga kerukunan secara umum. Mereka juga perlu memberi perhatian kepada kelompok yang membutuhkan perlindungan agar kehidupan beragama tetap berlangsung secara harmonis.
Teladan Rasulullah dalam Masyarakat Majemuk
Menurut Menag, sikap menghormati kelompok berbeda dapat diteladani dari kepemimpinan Rasulullah SAW. Ia mencontohkan kehidupan masyarakat Madinah yang terdiri atas beragam kelompok dan keyakinan.
Dalam situasi masyarakat yang majemuk tersebut, Rasulullah SAW disebut memberikan penghormatan dan perlindungan kepada kelompok lain. Menag juga menuturkan bahwa Rasulullah menekankan pentingnya menghormati hak serta keberadaan rumah ibadah kelompok lain.
Sikap itu, menurut Menag, merupakan bagian dari akhlak kepemimpinan Rasulullah SAW dalam membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat yang beragam.
“Karena kepemimpinan Rasulullah yang berakhlak tinggi, hubungan antarkelompok masyarakat menjadi harmonis dan dakwah Islam justru berkembang tambah luas,” tuturnya.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk menekankan bahwa penghormatan terhadap kelompok lain tidak menghambat kehidupan keagamaan. Sebaliknya, hubungan yang harmonis antarkelompok dinilai dapat mendukung berkembangnya dakwah Islam.
Kisah Delegasi Kristen Najran
Dalam kesempatan itu, Menag juga mengangkat kisah kedatangan delegasi Kristen Najran kepada Rasulullah SAW di Madinah. Rombongan tersebut, menurut penuturannya, diterima Rasulullah di Masjid Nabawi.
Ketika tiba waktu bagi delegasi itu untuk beribadah, Rasulullah memberikan ruang kepada mereka untuk menjalankan ibadah. Menag menyebut kisah tersebut sebagai contoh penghormatan terhadap kelompok yang berbeda.
Kisah delegasi Kristen Najran itu dinilai menunjukkan bahwa sikap menghormati kelompok lain telah dicontohkan Rasulullah SAW. Teladan tersebut dianggap tetap relevan untuk dihidupkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.
Ajakan Menjaga Kerukunan
Menag berharap kader PMII dan generasi muda Nahdlatul Ulama dapat meneruskan teladan tersebut dalam kehidupan bermasyarakat. Perhatian terhadap kelompok minoritas, menurut dia, perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kerukunan.
Ia juga berharap kehidupan beragama di tengah masyarakat tetap berlangsung secara harmonis. Untuk itu, generasi muda didorong tidak hanya memahami pentingnya toleransi, tetapi juga memberi perhatian kepada kelompok yang membutuhkan perlindungan.
Ajakan tersebut menjadi penekanan Menag kepada PB PMII agar isu kelompok minoritas mendapat tempat dalam perhatian organisasi. Gerakan bersama, penghormatan terhadap kelompok berbeda, dan perlindungan terhadap kelompok rentan dinilai penting untuk menjaga hubungan antarkelompok di tengah masyarakat yang majemuk.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















