Headline.co.id, Sleman ~ Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) memulai kolaborasi pemberdayaan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (24/9/2026). Kolaborasi tersebut berlangsung dalam agenda pertemuan rutin KWT di Dukuh Gempol dan menjadi bagian dari tugas mata kuliah Metode dan Fasilitasi. Para mahasiswa akan terlibat bersama warga selama beberapa bulan untuk membangun proses belajar dua arah sekaligus mendukung kegiatan produktif kelompok.
Lima mahasiswa semester V itu berasal dari lintas disiplin ilmu, yakni Program Studi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) serta Fakultas Filsafat UGM. Mereka adalah Izati R. Alya, Michael Yohanes R., Sultan M.B., Oktavia Isma, dan Naila Syifa U.
Kolaborasi UGM dan KWT Lestari Gempol
Pertemuan dengan KWT Lestari Gempol menandai langkah awal kolaborasi perguruan tinggi dan elemen masyarakat desa. Kegiatan tersebut digagas untuk menerapkan ilmu fasilitasi melalui keterlibatan langsung mahasiswa dalam dinamika kehidupan masyarakat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Perwakilan mahasiswa, Michael Yohanes R., menjelaskan bahwa kehadiran mereka tidak hanya ditujukan untuk mengumpulkan data sebagai bagian dari tugas kampus. Para mahasiswa juga ingin membangun proses belajar bersama warga dengan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan produktif KWT.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memahami kondisi dan pengalaman masyarakat secara lebih dekat. Di sisi lain, warga memperoleh ruang untuk berinteraksi dengan mahasiswa dari latar belakang keilmuan yang berbeda.
Ruang Bertukar Wawasan dan Pengalaman
Ketua KWT Lestari Gempol, Sri Asmoroning, menyambut positif inisiatif kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama ini membuka ruang strategis bagi mahasiswa dan anggota kelompok untuk saling bertukar wawasan serta pengalaman secara langsung.
Interaksi yang berlangsung secara intensif diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam memahami kehidupan nyata di tengah masyarakat. Proses tersebut juga menjadi kesempatan bagi anggota KWT untuk menyampaikan berbagai dinamika kegiatan kelompok secara langsung kepada para mahasiswa.
Kolaborasi ini tidak ditempatkan sebagai kegiatan akademik satu arah. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pihak yang mempelajari kondisi masyarakat, tetapi juga berkomitmen untuk terlibat dalam proses kegiatan bersama KWT Lestari Gempol.
Dorong Inovasi Kegiatan KWT
Bagi KWT Lestari Gempol, kehadiran mahasiswa UGM diharapkan memberikan pendampingan dan wawasan baru bagi pengembangan kelompok. Pengetahuan serta pengalaman yang dibawa melalui kolaborasi itu diharapkan dapat memacu inovasi dalam kegiatan kemandirian dan ketahanan pangan.
Selama beberapa bulan ke depan, kelima mahasiswa tersebut akan melebur bersama warga dalam rangkaian proses pemberdayaan. Keterlibatan itu menjadi bagian dari pembelajaran mata kuliah Metode dan Fasilitasi sekaligus upaya mendukung kegiatan produktif KWT.
Kolaborasi UGM dan KWT Lestari Gempol menunjukkan adanya hubungan timbal balik pembelajaran di perguruan tinggi dan pengalaman masyarakat. Mahasiswa memperoleh kesempatan menerapkan ilmu fasilitasi, sedangkan anggota KWT mendapatkan pendampingan serta wawasan yang diharapkan dapat memperkuat kegiatan kelompok.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















