Headline.co.id, Banjarmasin ~ Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri bersama tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda mengumpulkan 135 data ante mortem dari keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 hingga Selasa (22/9/2026). Data tersebut dihimpun untuk mempercepat proses identifikasi korban kapal yang tenggelam di Laut Jawa. Pengumpulan dilakukan melalui koordinasi Pusdokkes Polri dengan sejumlah Polda yang memiliki banyak keluarga korban. Data kondisi korban sebelum meninggal itu akan digunakan sebagai pembanding apabila jasad ditemukan.
Kabid Dokkes Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol dr Much Sofwan mengatakan data ante mortem menjadi salah satu bahan penting dalam proses identifikasi. Data tersebut mencakup informasi mengenai kondisi korban sebelum meninggal dunia.
“Data ante mortem atau kondisi korban sebelum meninggal ini sangat berguna untuk pencocokan jika jasad ditemukan,” kata Sofwan di Banjarmasin, Selasa (22/9/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Koordinasi Pengumpulan Data Keluarga Korban
Sofwan mengatakan tim DVI terus berkoordinasi dengan sejumlah Polda untuk mempercepat pengumpulan data pembanding dari keluarga korban Kapal Virgo. Koordinasi dilakukan secara intensif dan dikoordinasikan oleh Pusdokkes Polri agar setiap tahapan identifikasi dapat berjalan lebih cepat.
Sejumlah Polda yang terlibat dalam koordinasi tersebut adalah Polda Jawa Timur, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Barat, Polda Nusa Tenggara Timur, dan Polda Sumatera Selatan.
Menurut Sofwan, laporan dari keluarga korban yang diterima Polda terkait akan segera diteruskan kepada tim DVI Polda Kalimantan Selatan. Langkah itu dilakukan agar informasi pembanding dapat segera diproses dalam tahapan identifikasi.
“Misalnya ada laporan keluarga masuk langsung dikirim ke kami di tim DVI Polda Kalsel,” jelasnya.
Kondisi Jasad Jadi Tantangan Identifikasi
Proses identifikasi menghadapi tantangan karena Kapal Virgo telah tenggelam hingga memasuki hari ke-10. Sofwan mengatakan kondisi jasad menjadi salah satu faktor yang memengaruhi waktu pemeriksaan dan pencocokan identitas.
Semakin sulit jasad dikenali, semakin banyak waktu yang dibutuhkan petugas untuk memastikan identitas korban. Karena itu, data dari keluarga diperlukan sebagai bahan pembanding dalam proses identifikasi.
Apabila data pembanding belum dapat memastikan identitas, tim DVI akan melakukan pemeriksaan DNA. Sampel DNA tersebut akan dikirim ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
“Jika data pembanding yang ada tidak bisa meyakinkan tim DVI maka kami kirim sampel DNA ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri di Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” tambah Sofwan.
117 Orang Masih dalam Pencarian
Hingga Selasa siang, sebanyak 117 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes Kapal Virgo. Kapal tersebut diketahui tenggelam di Laut Jawa.
Sementara itu, sebanyak 126 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat dan 18 orang meninggal dunia.
Data ante mortem yang telah dikumpulkan bersama pemeriksaan lanjutan menjadi bagian dari upaya tim DVI untuk mencocokkan identitas korban. Proses tersebut dilakukan dengan melibatkan Pusdokkes Polri, tim DVI Polda, serta jajaran Polda di wilayah yang memiliki keluarga korban.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















