BNPB Lakukan Pendataan Pengungsi Erupsi Semeru di Lumajang

BNPB Melalui Pusdatinkom serta Direktorat Penanganan Korban dan Pengungsi mengumpulkan data di lapangan dan diinput menggunakan sistim informasi geografis
BNPB Melalui Pusdatinkom serta Direktorat Penanganan Korban dan Pengungsi mengumpulkan data di lapangan dan diinput menggunakan sistim informasi geografis

BNPB Lakukan Pendataan Pengungsi Erupsi Semeru di Lumajang ~ Headline.co.id (Lumajang). Dampak bencana erupsi Gunung Semeru menyisakan persoalan penanganan pengungsi yang menjadi pekerjaan krusial. Rumah yang mengalami kerusakan berat bahkan hilang dan tidak dapat dihuni lagi memaksa warganya untuk mengungsi sementara ke posko pengungsian atau rumah kerabat yang lebih aman.

Baca juga: Kemenag Harap Madrasah Award dan Adiktis 2021 Tingkatkan Daya Saing dan Tanding

Pemenuhan kebutuhan dasar baik sandang, pangan, dan papan warga mengungsi menjadi tanggung jawab pemerintah. Sejak Minggu (4/12) atau 11 hari pasca erupsi Gunung Semeru, selain operasi pencarian korban, pemenuhan kebutuhan dasar dengan mendorong logistik harus menjamin tidak adanya kelaparan dan ketidakamanan atas dampak yang dirasakan warga akibat fenomena alam tersebut. Untuk itulah pendataan pengungsi menjadi signifikan pada keadaan darurat bencana.

Kesimpangsiuran data pengungsi yang tidak terkoordinasi dengan baik dapat menimbulkan dampak lanjutan seperti menumpuknya bantuan di gudang logistik atau di sisi lain ada posko pengungsian ang belum mendapatkan bantuan sehingga timbul ketimpangan. Informasi dan data pengungsi yang akurat, handal, dan terbaharui merupakan pondasi bagi koordinasi dan respon yang efektif bagi pemangku kebijakan darurat bencana.

Baca juga: BPBD Kabupaten Klungkung Lakukan Penanganan Darurat Banjir Bandang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) serta Direktorat Penanganan Korban dan Pengungsi (FPKP) mengembangkan alternatif sistem pendataan pengungsi dengan menggunakan sebuah platform piranti lunak. Menggunakan Sistim Informasi Geografis, BNPB sudah melakukan pendataan selama empat hari mulai Sabtu (11/12) hingga Selasa (14/12) Desember di Kabupaten Lumajang.

Dalam rentang waktu tersebut, BNPB berhasil mendata 52 titik pengungsi dengan angka total jiwa mengungsi sebanyak 11.658 orang di dua belas kecamatan. Output dari pendataan pengungsi yang dilakukan ditayangkan secara interaktif dalam dashboard https:/gis.bnpb.go.id/semeru2021.

Baca juga: Potret Kalirejo, Pelopor Desa Rukun Harmoni

Pelibatan relawan pendata (surveyor) berasal dari mahasiswa kampus yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur.

Analis Bencana pada Direktorat FPKP, Dwi Nur mengatakan bahwa sistem tersebut sudah mendapatkan perijinan untuk dapat dikembangkan lebih optimal.

“Sistem pendataan ini bersifat alternatif namun telah mendapat lampu hijau dari pimpinan dan diharapkan bermanfaat sementara untuk stake holder di Lumajang,” terang Dwi.

Baca juga: BNPB dan KNKT Bahas Kilas Balik Kecelakaan Transportasi 2021

Data-data pengungsi secara resmi terus ditampilkan dalam laporan rutin dari Posko Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Semeru dengan pemangku koordinator bidang pengungsian berasal dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur bersama BPBD setempat. Pemanfaatan data tersebut sedianya dapat terus digunakan untuk program bantuan lebih lanjut kedepan seperti relokasi, huntara, bantuan dana tunggu hunian, dan atau kegiatan padat karya lainnya.

Baca juga: Samsung Galaxy Note 8: Review Spesifikasi Kelebihan dan Kekurangannya

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *