Headline.co.id, Jakarta ~ Budaya dan produk unggulan Indonesia dinilai menjadi pintu masuk strategis untuk memperluas kemitraan Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Konsul Jenderal RI San Francisco, Yohpy Ichsan Wardana, menyampaikan hal itu setelah acara Promosi Terpadu Indonesia sekaligus peringatan 81 tahun kemerdekaan RI di Palace of Fine Arts, San Francisco, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut menampilkan seni budaya dan produk Nusantara untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat serta membuka peluang kerja sama di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, teknologi, dan inovasi.
Menurut Yohpy, ketertarikan masyarakat AS terhadap kopi, gamelan, pencak silat, hingga pariwisata Indonesia dapat menjadi dasar pengembangan kerja sama yang lebih konkret. Potensi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pertukaran budaya, tetapi juga dengan peluang penguatan pasar bagi produk Indonesia di wilayah California.
Budaya Indonesia Buka Peluang Kemitraan Baru
Yohpy mengatakan pengenalan budaya Indonesia kepada masyarakat AS dapat mempererat hubungan antarmasyarakat. Pada saat yang sama, ketertarikan terhadap berbagai unsur budaya Indonesia berpotensi mendorong hubungan yang lebih luas di sektor ekonomi dan pendidikan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Dalam sejarah panjang ini, kita ingin membangun lebih banyak kerja sama konkret, mulai dari perdagangan, teknologi dan inovasi, pendidikan, hingga budaya dan hubungan antarmasyarakat,” ujar Yohpy dalam keterangan resmi KJRI San Francisco, Selasa (22/9/2026).
Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian kegiatan yang menggabungkan promosi Indonesia dengan peringatan kemerdekaan. Acara tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan seni, lain Tari Pendet, gamelan Bali dan Jawa, serta pencak silat Mande Muda.
Selain pertunjukan budaya, kegiatan itu juga menampilkan pameran potensi ekonomi nasional. Penyatuan promosi budaya dan produk unggulan menjadi sarana untuk memperkenalkan Indonesia secara lebih luas kepada masyarakat AS.
Perdagangan Indonesia-California Capai USD10,74 Miliar
Potensi kemitraan budaya dan produk lokal tersebut didukung oleh penguatan hubungan ekonomi Indonesia dan AS. Pada 2025, nilai perdagangan Indonesia-California mencapai sekitar USD10,74 miliar atau setara Rp192 triliun.
Sementara itu, total perdagangan Indonesia-AS diperkirakan mencapai USD50,7 miliar atau sekitar Rp906 triliun. Nilai tersebut meningkat 19,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Data perdagangan itu menunjukkan besarnya hubungan ekonomi kedua negara. Dalam konteks tersebut, promosi budaya dan produk unggulan dipandang dapat memperluas peluang kerja sama yang telah berkembang.
California menjadi salah satu wilayah yang menunjukkan adanya penyerapan terhadap sejumlah komoditas unggulan Nusantara. Produk Indonesia hadir melalui pelaku usaha seperti Raphio Chocolate, Kopi Kita, dan Nusa Jamu.
Produk Nusantara Tembus Pasar California
Keberadaan Raphio Chocolate, Kopi Kita, dan Nusa Jamu disebut menjadi bukti penyerapan pasar terhadap produk Indonesia di California. Komoditas yang diperkenalkan mencakup kopi, kakao, cokelat, dan jamu.
Produk-produk tersebut melengkapi promosi budaya yang dilakukan dalam acara di Palace of Fine Arts. Melalui kegiatan itu, Indonesia memperkenalkan kekayaan seni sekaligus potensi ekonomi nasional kepada masyarakat AS.
Yohpy menilai ketertarikan terhadap budaya dan produk Indonesia dapat diarahkan menjadi kerja sama konkret. Ruang kerja sama itu mencakup perdagangan, investasi, pendidikan, teknologi dan inovasi, serta hubungan antarmasyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, budaya dan produk lokal tidak hanya berfungsi sebagai materi promosi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas kemitraan Indonesia-AS. Kegiatan promosi terpadu itu memperlihatkan keterkaitan penguatan hubungan budaya dan peluang ekonomi kedua negara.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















