Kebakaran Gedung Cyber 1, Damkar Sesalkan Laporan Kebakaran Terlambat

Petugas Pemadam Kebakaran sedang berusaha memadamkan Api di Gedung Cyber 1
Petugas Pemadam Kebakaran sedang berusaha memadamkan Api di Gedung Cyber 1

Kebakaran Gedung Cyber 1, Damkar Sesalkan Laporan Kebakaran Terlambat ~ Headline.co.id (Jakarta). Kebakaran terjadi di Gedung Cyber 1, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (Jaksel). Kebakaran pada gedung tersebut berawal sejak pukul 12.34 WIB.

Baca juga: Sahabat Ganjar Jaring Potensi Santri di Lombok dengan Menggelar Lomba Tilawatil Quran

Saat ini pertugas pemadam kebakaran telah berhasil memadamkan api di Gedung Cyber 1, Mampang, Jakarta Selatan, yang terbakar. Damkar menyebut pemadaman api berhasil namun mereka menyesali pihaknya telat mendapat laporan kebakaran.

Ketua Pleton Grup A Sektor 3 Mampang, Sudrajat menuturkan bahwa Dari poses pemadaman tersebut berjalan lancar. Namun ia menyesalkan penyampaian informasi kebakaran sangat terlambat.

Baca juga: Kwarda Jabar dan Kwarda DIY Siap Berkolaborasi

“Dari poses pemadaman itu kami alhamdulillah berjalan lancar, namun disesali kemungkinan penyampaian ke pemadam kebakaran sangat terlambat,” ujar Sudrajat di lokasi, Kamis, (2/12/2021).

Sudrajat menuturkan bahwa dari pihak pengelola gedung sedikit terlambat. Dia kemudian menceritakan soal kondisi 3 korban saat petugas berhasil masuk ke sumber api.

Baca juga: Polda Aceh Berhasil Gagalkan 100KG Sabu Jaringan Internasional Indonesia – Malaysia

“Kebakaran itu kan juga nggak langsung besar, pasti kecil dulu. Nah penanganan dari pihak pengelola agak sedikit lambat,” jelas Sudrajat.

“Dan ditemukan ada 3 korban itu ada di dalam satu ruangan yang sudah dalam keadaan pingsan. Dua meninggal. Yang satu meninggal di tempat, satu meninggal di rumah sakit, yang satu dalam proses perawatan sampai saat ini belum update saya,” sambungnya.

Baca juga: PLN Tambah Titik SPKLU Baru di Lampung Untuk Percepat Transisi Ekosistem Kendaraan Listrik

Sudrajat juga mengatakan asap tebal jadi kendala saat proses pemadaman. Personel damkar mengadakan alat bantu pernapasan selama proses pemadaman api agar tak kehabisan oksigen.

“Sangat kendala sekali. Kendalanya itu asap. Asap itu sangat tebal dan susah ditembus sehingga dalam operasi pemadam ini kami harus menggunakan alat bantu pernapasan tadi,” tutur Sudrajat.

Baca juga: Merambah ke Dunia Otomotif, Xiaomi Akan Buat Pabrik Mobil Listrik dengan Kapasitas 300 Ribu Unit

“Kami tidak bisa bernapas tanpa bantuan alat bantu itu, karena lima menit saja di dalam ruangan yang penuh asap itu kita bisa pingsan,” imbuhnya.

Terakhir, Sudrajat juga mengatakan dalam proses pemadaman, tiga unit blower dipasang di gedung Cyber 1. Hal itu bertujuan untuk mengusir asap tebal yang berada di gedung

Baca juga: Kementerian Agama Gelar Kemah Moderasi Lintas Agama

“Tiga blower untuk mengusir asap. Karena kalau tidak diusir, ya asap mungkin masih ada di dalam ruangan itu. Jadi untuk membuyarkan dengan penyiraman dan dibantu alat pengusir asap supaya asap bisa keluar,” tutur Sudrajat.

Baca juga: Rekomendasi Klinik Kecantikan di Jogja

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *