Headline.co.id, Semarang ~ (Kemenag) — MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Kegiatan yang berlangsung hingga 20 September 2026 ini mempertemukan peserta dari berbagai daerah melalui seminar, diskusi, pawai, pameran UMKM, serta pengembangan cabang lomba berbasis teknologi. Rangkaian acara tersebut digelar untuk memperluas fungsi MTQ sebagai ruang silaturahmi antardaerah sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi dan kearifan lokal.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, MTQ Nasional XXXI menghadirkan agenda pendukung dengan jumlah peserta dan pembicara dari berbagai kalangan. Pernyataan itu disampaikan setelah pembukaan MTQ Nasional di Semarang, Sabtu (12/9/2026).
“Ini bukan hanya pengajian ayat suci Al-Qur’an, tapi juga saya menghadiri diskusi ya, seminar. Itu ada sekitar lima ribuan sampai enam ribuan orang yang hadir,” ujar Nasaruddin.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut dia, sejumlah ulama turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut, di antaranya Rektor Al-Azhar Kairo, Mesir.
MTQ Nasional XXXI Kembangkan Cabang Lomba
Selain memperluas agenda kegiatan, MTQ Nasional XXXI juga mengembangkan penyelenggaraan perlombaan. Salah satu perubahan terlihat pada cabang kaligrafi yang mulai mengakomodasi penggunaan perangkat elektronik.
“Dan yang paling penting buat kita di Semarang ini, bertambah beberapa cabang perlombaan, termasuk kaligrafi. Kaligrafi selama ini kan konvensional menggunakan cat warna-warni ya, tapi sekarang menggunakan elektronik,” kata Nasaruddin.
Ia juga menyebut teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ikut digunakan dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.
“AI juga ikut terlibat di dalam MTQ kali ini,” ujar Nasaruddin.
Menurut Nasaruddin, lokasi kegiatan di Semarang relatif lebih terkonsentrasi dibandingkan sejumlah penyelenggaraan sebelumnya. Kondisi tersebut dinilai memudahkan penonton, pengamat, dan masyarakat untuk mengikuti berbagai rangkaian kegiatan.
Ajang Silaturahmi 37 Provinsi
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan, MTQ tidak hanya berkaitan dengan kompetisi. Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi bagi peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Jadi, MTQ ini sekaligus juga ajang silaturahmi dari berbagai daerah di Indonesia. Di sini bertanding iya, tetapi yang utama juga adalah saling mengenal dan saling bersatu,” ujar Pratikno.
Ia menilai Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak mulia.
Semangat kebersamaan itu terlihat dalam pawai yang diikuti 37 provinsi. Nasaruddin mengatakan, setiap daerah menampilkan seni masing-masing dalam rangkaian kegiatan MTQ Nasional XXXI.
“Tadi pagi juga kita menyaksikan pawai yang luar biasa dari seluruh daerah, 37 provinsi datang, dan itu menampilkan seni-seni terbaiknya di arena ini,” kata Nasaruddin.
Pameran UMKM Perkenalkan Potensi Daerah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, MTQ Nasional XXXI turut menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi ekonomi dan kearifan lokal dari berbagai daerah. Pameran UMKM dalam rangkaian kegiatan itu tidak hanya melibatkan pelaku usaha dari Jawa Tengah, tetapi juga menghadirkan potensi dari daerah lain.
“Artinya, ini merupakan suatu potensi ekonomi yang kita kembangkan dengan saling membagikan kearifan atau potensi wilayahnya masing-masing,” ujar Ahmad Luthfi.
Ia menyebut Jawa Tengah memiliki hampir 4,2 juta UMKM. Kehadiran peserta dari berbagai daerah dinilai dapat menjadi momentum untuk saling mengenalkan potensi serta membangun kolaborasi.
“Tidak ada daerah yang paling maju, tidak ada daerah yang paling tertinggal. Kita tumbuh bersama,” katanya.
Pembukaan MTQ Catat Rekor MURI
Rangkaian pembukaan MTQ Nasional XXXI juga memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Piagam diberikan kepada Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti sebagai pemrakarsa kegiatan menyanyikan Mars MTQ secara hybrid oleh peserta terbanyak.
Kegiatan tersebut diikuti 288.262 peserta. Agustina menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Semarang sebagai bagian dari penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.
Ia mengatakan, terselenggaranya pembukaan MTQ Nasional XXXI merupakan hasil kerja keras berbagai pihak. Selain perlombaan, rangkaian kegiatan hingga 20 September 2026 mencakup seminar, diskusi, pawai, pameran UMKM, dan agenda lain yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah.

















