Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan imbauan kepada para nelayan dan masyarakat yang tinggal di pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi Gunung Anak Krakatau. Imbauan ini disampaikan menyusul peningkatan aktivitas vulkanik gunung tersebut yang terletak di Selat Sunda. KKP menekankan pentingnya langkah antisipatif guna menghindari risiko yang mungkin timbul akibat erupsi.
Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Victor Gustaaf Manoppo, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memantau perkembangan situasi. “Kami meminta nelayan dan masyarakat pesisir untuk selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang dan menghindari aktivitas di sekitar kawasan rawan bencana,” ujar Victor.
Selain itu, KKP juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Victor menambahkan bahwa pihaknya akan terus memberikan informasi terkini dan panduan keselamatan melalui berbagai saluran komunikasi. “Kami berkomitmen untuk memastikan keselamatan masyarakat pesisir dan nelayan dengan memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai langkah tindak lanjut, KKP berencana untuk mengadakan sosialisasi dan pelatihan mengenai mitigasi bencana bagi masyarakat pesisir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam. Dengan adanya upaya ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.




















