Polri menyiapkan pengamanan MTQN XXXI di Kota Semarang, Jawa Tengah, dengan melibatkan 6.350 personel gabungan. Pengamanan dilakukan untuk mengawal rangkaian Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI yang berlangsung di sejumlah lokasi, termasuk Lapangan Simpang Lima Semarang. Selain pengamanan, polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mencegah kemacetan selama kegiatan pembukaan. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas dan mengatur waktu perjalanan agar rangkaian acara berlangsung aman, tertib, serta nyaman bagi peserta dan pengguna jalan.
Personel gabungan dalam pengamanan MTQN XXXI tersebut berasal dari TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Semarang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Personel gabungan TNI, Polri, serta Satpol PP dan Dinas Perhubungan Pemprov Jawa Tengah dan Pemkot Semarang,” kata Kasi Humas Polrestabes Semarang Kompol Riki Fahmi Mubarok di Semarang, Jumat (11/09/2026).
Pengamanan MTQN XXXI di Sejumlah Lokasi
Rangkaian MTQN XXXI digelar di sejumlah lokasi di Kota Semarang. Tempat yang digunakan lain Kantor Gubernur Jawa Tengah, Balai Kota Semarang, Universitas Negeri Semarang, Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Raya Baiturrahman, UIN Walisongo, Universitas Diponegoro, serta Kantor Kementerian Agama Kota Semarang dan Jawa Tengah.
Kegiatan MTQ diawali Pawai Ta’aruf pada Sabtu (11/09/2026). Pawai tersebut mengambil rute dari Balai Kota Semarang menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Setelah Pawai Ta’aruf, pembukaan MTQN XXXI digelar di Lapangan Simpang Lima Semarang. Lokasi tersebut menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian dalam pengaturan keamanan dan lalu lintas karena menjadi tempat berlangsungnya kegiatan pembukaan.
Untuk menghindari kemacetan, polisi bersama petugas terkait akan menerapkan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi acara. Arus kendaraan yang menuju kawasan Simpang Lima Semarang akan dialihkan selama kegiatan pembukaan berlangsung.
Masyarakat yang akan menghadiri acara diminta mengikuti arahan petugas di lapangan. Pengguna jalan yang melintas di sekitar Simpang Lima juga diimbau memperhatikan petunjuk lalu lintas dan instruksi petugas selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Sejumlah lokasi parkir telah disiapkan untuk menjaga ketertiban kawasan sekitar Simpang Lima. Penyiapan area parkir dilakukan agar kendaraan tidak terparkir sembarangan dan tidak mengganggu arus lalu lintas maupun pelaksanaan acara.
Polisi Minta Masyarakat Mengatur Waktu Perjalanan
Riki meminta masyarakat mengatur waktu perjalanan dan tidak menunggu hingga mendekati waktu dimulainya acara. Imbauan tersebut disampaikan untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan di sekitar lokasi kegiatan.
“Yang paling penting, masyarakat dapat mengatur waktu perjalanan dan tidak menunggu sampai mendekati waktu dimulainya acara,” kata Riki.
Ia menjelaskan, rekayasa lalu lintas tidak berarti seluruh ruas jalan di sekitar lokasi kegiatan akan ditutup sepanjang waktu. Petugas akan menyesuaikan pengaturan berdasarkan kondisi arus kendaraan di lapangan.
“Rekayasa bukan berarti seluruh ruas akan ditutup sepanjang waktu. Petugas akan melihat perkembangan situasi. Apabila arus masih lancar, akan kami lakukan pengaturan,” katanya.
Pengamanan dan pengaturan lalu lintas disiapkan agar seluruh rangkaian MTQN XXXI berjalan aman dan tertib. Langkah tersebut juga ditujukan untuk menjaga kenyamanan peserta, masyarakat, serta pengguna jalan di Kota Semarang.


















