Headline.co.id, Bojonegoro ~ mengalami kontraksi ekonomi pada tahun 2026, namun sektor nonmigas di wilayah tersebut menunjukkan pertumbuhan yang positif. Berdasarkan data terbaru, meskipun sektor migas mengalami penurunan, sektor nonmigas berhasil mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Hal ini menjadi sorotan utama dalam laporan ekonomi daerah yang dirilis baru-baru ini.
Menurut laporan tersebut, sektor nonmigas di Bojonegoro mengalami pertumbuhan sebesar 3,5% pada kuartal kedua tahun 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan aktivitas di sektor pertanian, perdagangan, dan jasa. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro, Budi Santoso, menyatakan bahwa sektor pertanian berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ini, terutama dari komoditas padi dan jagung.
Selain itu, sektor perdagangan juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Budi menambahkan bahwa peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya daya beli masyarakat serta adanya berbagai program pemerintah yang mendukung usaha kecil dan menengah. “Kami optimis bahwa sektor nonmigas akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Bojonegoro,” ujarnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ke depan, pemerintah daerah berencana untuk terus mendorong pertumbuhan sektor nonmigas dengan berbagai kebijakan yang mendukung pengembangan usaha lokal. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan ekonomi Bojonegoro pada sektor migas dan menciptakan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Dengan strategi ini, Bojonegoro diharapkan dapat menghadapi tantangan ekonomi global dengan lebih baik.


















