Headline.co.id, Jakarta ~ Polri menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pendekatan humanis dan prosedural dalam pelayanan penyampaian aspirasi di muka umum. Pada bulan Agustus 2026, Polri telah mensosialisasikan pentingnya pendekatan ini untuk memastikan tegaknya keadilan prosedural dan legitimasi hukum. Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divhumas Polri, menekankan bahwa sebagai negara hukum, Polri wajib menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia, bekerja secara prosedural, dan memiliki akuntabilitas hukum.
Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polri menerapkan tiga langkah utama: preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Langkah preemtif melibatkan deteksi dini dan sosialisasi untuk mencegah potensi gangguan. Polri juga membangun kemitraan dengan masyarakat, tokoh agama, akademisi, dan komunitas peduli HAM untuk menjaga perdamaian dan kondusivitas lingkungan. Edukasi dan literasi juga menjadi fokus utama untuk menangkal disinformasi dan meredam ketegangan sosial.
Langkah preventif dilakukan melalui kehadiran fisik personel berseragam di titik-titik krusial untuk meningkatkan efek pencegahan. Polri berperan sebagai fasilitator demokrasi yang humanis, memastikan hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat tetap terjaga, serta menjaga arus lalu lintas dan memberikan perlindungan kemanusiaan. Kehadiran Polisi humanis dan Polisi Wanita (Polwan) menjadi bagian dari pendekatan persuasif ini.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Penegakan hukum dilakukan sebagai upaya terakhir atau ultimum remedium, hanya jika situasi telah berubah menjadi gangguan nyata yang mengancam keselamatan jiwa atau fasilitas publik. Setiap tindakan tegas didasarkan pada koridor hukum dan asas proporsionalitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Polri mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan, serta mendorong pelaporan kejadian melalui superApps Presisi Polri dan layanan Polisi 110 untuk menjaga kondusivitas keamanan.















