Headline.co.id, Jakarta ~ (Kemenag) — Wakil Menteri Agama, Romo Syafi’i, menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada perhatian yang diberikan kepada anak-anak saat ini. Hal ini disampaikannya dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan di Jakarta, di mana ia berbagi kebersamaan dengan anak-anak yatim.
Dalam acara yang diselenggarakan oleh Syarikat Islam (SI) tersebut, Wamenag menekankan pentingnya memperlakukan anak-anak dengan baik sebagai investasi masa depan bangsa. “Mau melihat Indonesia masa depan, jawabnya adalah bagaimana kita memperlakukan anak-anak masa kini,” ujar Romo Syafi’i pada Selasa (25/8/2026).
Acara ini juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim, yang menurut Wamenag merupakan bagian dari generasi potensial. Ia menyebut bahwa anak-anak yatim telah belajar menghadapi kehidupan dan membangun kemandirian sejak dini. “Anak-anak yatim ini adalah kader-kader potensial yang sebelum memiliki pendidikan, mereka sudah belajar sendiri bagaimana bisa hidup mandiri,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Romo Syafi’i juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap generasi muda yang harus berjalan seiring dengan penguatan kemandirian ekonomi. Ia mengaitkan hal ini dengan sejarah panjang Syarikat Islam yang memiliki akar gerakan di bidang ekonomi dan pembentukan karakter. “Sebagai seorang murid sejarah, saya akan mengatakan, tidak lengkap membaca sejarah Indonesia tanpa mengikutsertakan peran dari Syarikat Islam,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wamenag mengapresiasi upaya kepemimpinan SI saat ini yang kembali fokus pada akar gerakan ekonomi mereka. Ia menekankan bahwa semangat ini relevan dengan berbagai agenda pembangunan pemerintah, seperti swasembada pangan, energi, air, hilirisasi, industrialisasi, dan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih. Semua ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi masyarakat.
Namun, Wamenag menekankan bahwa penguatan ekonomi harus diiringi dengan pembangunan sumber daya manusia. Dalam konteks ini, perhatian terhadap anak-anak dan generasi muda menjadi sangat penting. Ia juga memaknai peringatan Maulid Nabi sebagai kesempatan untuk merawat kebersamaan di tengah beragamnya tradisi umat Islam. Kehadiran tokoh-tokoh dari berbagai organisasi keislaman dalam acara tersebut menjadi simbol kebersamaan tersebut.
Wamenag berharap semangat yang terbangun dalam peringatan Maulid Nabi dapat berlanjut melalui penguatan ekonomi dan pembinaan generasi muda. “Semoga ke depan ini akan bisa berlanjut dengan warna yang lebih kental yaitu ekonomi dan pembinaan generasi muda Islam Indonesia. Semoga Allah menolong SI untuk terus memberi sumbangan penting terhadap pembangunan Indonesia,” pungkasnya.


















