Headline.co.id, Ahmad Taufik ~ seorang Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 2 Semarang, berhasil meraih Juara III dalam cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korpri Tingkat Nasional 2026. Acara ini berlangsung di Makassar dari tanggal 24 hingga 29 September 2026. Dalam ajang tersebut, Taufik mempresentasikan karya tulisnya yang berjudul “Hidroteologi,” yang berangkat dari kekhawatirannya terhadap potensi krisis air di Indonesia.
Taufik mengungkapkan bahwa ide hidroteologi muncul sebagai solusi inovatif untuk mengatasi krisis air nasional. Ia mengajak semua pihak untuk meninjau kembali nilai-nilai profetik yang dapat diubah menjadi kebijakan publik yang konkret dan adil. “Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian personal, melainkan manifestasi kontribusi intelektual Korpri Jawa Tengah, terutama Guru PAI, dalam menjawab tantangan ekologis global melalui perspektif teologis,” ujar Taufik di Semarang pada Selasa, 1 September 2026.
Dalam karya tulisnya, Taufik menyoroti kegagalan sistemik pendekatan teknokrasi sekuler yang mengabaikan dimensi spiritual dalam pengelolaan alam. Ia mencatat bahwa meskipun Indonesia memiliki potensi air sebesar 3,9 triliun meter kubik per tahun, sekitar 45% hingga 50% masyarakat belum memiliki akses terhadap air minum yang aman. Selain itu, masyarakat berpenghasilan rendah harus mengalokasikan hingga 10% dari pendapatan bulanan mereka untuk kebutuhan air bersih dasar. Taufik juga menyoroti bahwa 70% dari total ketersediaan air tawar dunia dikonsumsi oleh sektor pertanian, yang kini terancam oleh kenaikan suhu global sebesar 1,1°C.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Taufik menawarkan solusi berbasis etika konservasi yang diambil dari Al-Qur’an, dengan mengacu pada kisah Nabi Musa a.s. dalam QS. Al-Baqarah [2]: 60. Ia mengidentifikasi tiga pilar utama: pelarangan israf dan fasad, manajemen proporsional, dan kedaulatan publik. Selain itu, Taufik mengusulkan integrasi instrumen keuangan sosial syariah, seperti Green Waqf dan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), untuk mendukung ketahanan sumber daya air. Ia berharap sinergi iman dan instrumen finansial syariah dapat menciptakan peta jalan praktis yang mengatasi ketidakadilan hidrologis di Indonesia.
Prestasi ini merupakan hasil dari dedikasi dan dukungan institusional yang kuat. Sebelum mencapai tingkat nasional, Taufik telah meraih Juara 1 KTIQ pada MTQ VIII Korpri Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025. Sebagai perwakilan resmi kafilah Jawa Tengah, pencapaian ini menegaskan dedikasi ASN, khususnya Guru PAI, dalam melahirkan pemikiran besar bagi kemajuan bangsa. Taufik berharap konsep hidroteologi dapat diimplementasikan secara nyata oleh para pengambil kebijakan untuk menjamin hak air bagi masyarakat miskin.




















