Headline.co.id, Makassar ~ Cuaca besok di sejumlah kota di Pulau Sulawesi pada Selasa, 1 September 2026 diprakirakan bervariasi. Berdasarkan informasi BMKG, hujan ringan berpotensi terjadi di Mamuju dan Palu, sedangkan Makassar, Gorontalo dan Manado diprakirakan mengalami kondisi cerah berawan, berawan hingga berawan tebal. Kendari masuk dalam daftar kota yang berpotensi mengalami udara kabur.
Dinamika atmosfer di sekitar Sulawesi juga menjadi perhatian karena daerah konvergensi diprakirakan terbentuk dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Barat, serta dari Teluk Tomini hingga Laut Sulawesi. Selat Makassar bagian selatan juga diprakirakan mengalami konvergensi, sementara Selat Makassar secara umum tercantum sebagai daerah konfluensi.
Bagi masyarakat yang mencari informasi cuaca besok hujan atau panas, data tersebut menunjukkan kondisi yang berbeda antarwilayah. BMKG tidak memberikan rincian berdasarkan periode pagi, siang ataupun malam dalam bahan yang tersedia, sehingga cuaca besok siang tidak dapat disebutkan secara terpisah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Mamuju dan Palu Berpotensi Hujan Ringan
Mamuju dan Palu menjadi dua kota di Sulawesi yang secara eksplisit disebut berpotensi mengalami hujan ringan pada Selasa, 1 September 2026. Tidak terdapat penyebutan hujan petir untuk kota-kota Sulawesi dalam daftar prakiraan tersebut.
Kategori hujan ringan di Mamuju dan Palu berbeda dengan beberapa kota lain yang diprakirakan berada dalam kondisi cerah berawan hingga berawan tebal.
Makassar, Gorontalo dan Manado Diprakirakan Berawan
Makassar, Gorontalo dan Manado diprakirakan mengalami kondisi cerah berawan, berawan hingga berawan tebal. Prakiraan tersebut menunjukkan bahwa kondisi cuaca di tiga kota itu tidak sama dengan Mamuju dan Palu yang berpotensi hujan ringan.
BMKG tidak memberikan rincian lebih jauh mengenai proporsi antara cerah berawan, berawan dan berawan tebal untuk masing-masing waktu dalam satu hari. Karena itu, kategori prakiraan disampaikan sebagaimana terdapat dalam bahan.
Kendari Berpotensi Mengalami Udara Kabur
Kendari diprakirakan mengalami udara kabur. Dalam bahan BMKG, tidak terdapat keterangan tambahan mengenai penyebab, tingkat jarak pandang ataupun durasi udara kabur yang diprakirakan terjadi.
Informasi tersebut perlu dibedakan dari kategori asap atau kabut yang disebut untuk kota lain di luar Sulawesi. Untuk Kendari, istilah yang digunakan dalam bahan adalah udara kabur.
Konvergensi Melintas Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Barat
Dari sisi dinamika atmosfer, BMKG memprakirakan terbentuknya konvergensi dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Barat. Konvergensi juga diprakirakan terbentuk dari Teluk Tomini hingga Laut Sulawesi dan di Selat Makassar bagian selatan.
Selain itu, Selat Makassar disebut sebagai salah satu kawasan yang diprakirakan mengalami konfluensi atau pertemuan angin. BMKG menjelaskan bahwa kondisi konvergensi maupun konfluensi mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah tersebut.
Secara nasional, kombinasi dinamika atmosfer menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah. BMKG juga meminta kesiapsiagaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa kawasan yang ditampilkan berwarna kuning, tetapi bahan tidak merinci kota Sulawesi yang masuk kategori tersebut.
Dengan demikian, prakiraan cuaca Sulawesi pada 1 September 2026 menunjukkan Mamuju dan Palu berpotensi hujan ringan, Makassar, Gorontalo dan Manado cenderung cerah berawan hingga berawan tebal, sedangkan Kendari berpotensi mengalami udara kabur.




















