Niat Puasa Sejarah dan Keutamaan Puasa di Hari Arafah 9 Dzulhijjah

  • Whatsapp
Mengenal Sejarah dan Keutamaan Puasa Arafah
Mengenal Sejarah dan Keutamaan Puasa Arafah

Niat Puasa Sejarah dan Keutamaan Puasa di Hari Arafah 9 Dzulhijjah ~ Headline.co.id. Kementerian Agama telah menutuskan bahwa penetapan 1 Dzulhijjah jatuh pada tanggal 11 Juli 2021, sehingga bisa dipastikan bahwa hari raya Idul Adha akan jatuh pada hari selasa, 20 Juli 2021 Masehi.

baca juga: Apakah Boleh Mengqadha Puasa Ramadhan Digabung dengan Puasa Syawal, Ini Penjelasanya?

Read More

Sebagai seorang muslim yang taat di bulan Dzulhijjah ini kita disunahkan untuk melakukan puasa arafah atau puasa di hari Arafah atau hari kesembilan bulan Dzulhijjah. Salah satu keutamaan puasa Arafah ini adalah untuk menghapus dosa selama dua tahun bagi siapapun yang menjalankannya.

Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa Arafah, beliau menjawab, “Puasa Arafah menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang…” HR. Muslim.

baca juga: Bagaimana Hukum Ngupil dan Mengorek Telingga, Apakah Membatalkan Puasa atau tidak?

Bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, puasa rafah ini sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Adapun bagi mereka yang berhaji tidaklah disunnahkan untuk berpuasa Arafah karena di hari itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak berpuasa.

Sejarah Puasa Arafah

Puasa Arafah ini tak luput dari sejarah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih putranya Nabi Ismail ‘alahis salam melalui mimpi.

Nabi Ibrahim ‘alahis salam seringkali pergi ke Makkah untuk menengok putranya, Nabi Ismail ‘alaihis salam yang tengah diasingkan bersama ibunya Siti Hajar di tempat yang tandus.

Ketika Nabi Ismail ‘alaihis salam menginjak usia remaja, Nabi Ibrahim ‘alaihis salam bermimpi bahwa Allah memerintahkannya untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail ‘alaihis salam.

Mimpi yang hadir di tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah tersebut membuat Nabi Ibrahim bingung karena beliau sangat memahami bahwa mimpi seorang nabi merupakan salah satu cara turunnya wahyu Allah.

baca juga: Hindari 8 hal ini agar puasamu tak hanya sekedar menahan lapar dan haus tapi tak mendapat pahala

Artinya, nabi ibrahim harus melaksanakan perintah Allah tersebut.

Sebagai seorang ayah tentu tidak ingin mengorbankan putranya yang telah dinantikan kelahirannya selama bertahun-tahun. Namun sebagai seorang Nabi, beliau harus melaksanakan perintah tersebut. Hingga akhirnya beliau yakin untuk mengurbankan puteranya Nabi Ismail ‘alaihis salam.

Keyakinan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam untuk mematuhi perintah Allah terjadi pada tanggal 9 Dzulhijjah. Hari keyakinan inilah yang disebut dengan hari Arafah. Beliau kemudian pergi ke Makkah untuk menemui dan menyampaikan perintah Allah tersebut kepada Nabi Ismail ‘alaihis salam.

Nabi Ismail ‘alaihis salam, sebagai seorang anak yang patuh dan berbakti kepada orang tuanya, meminta ayahnya untuk mematuhi perintah Allah tersebut.

“Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku Insya Allah sebagai seorang sabar dan patuh kepada perintah. Aku hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu, agar ayah mengikatku kuat-kuat supaya aku tidak bergerak-gerak hingga menyusahkan ayah. Kedua, agar menanggalkan pakaianku supaya tidak terkena darah yang akan menyebabkan berkurangnya pahalaku dan terharunya ibuku melihatnya. Ketiga, tajamkanlah parangmu dan percepatlah pelaksanaan penyembelihan agar meringankan penderitaan dan rasa pedihku. Keempat dan yang terakhir, sampaikanlah salamku kepada ibuku, berikanlah kepadanya pakaianku ini untuk menjadi penghiburnya dalam kesedihan dan tanda mata serta kenang-kenangan baginya dari putera tunggalnya.” Dikutip dari 25 Kisah Para Nabi.

baca juga: Puasa Disebut Bisa Tekan Penyebaran Virus Corona

Kemudian Nabi Ibrahim ‘alaihis salam memeluk puteranya sambil berkata, “Bahagianya aku mempunyai seorang putera yang taat kepada Allah, bakti kepada orang tua, yang dengan ikhlas menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah.” Dikutip dari 25 Kisah Para Nabi.

Waktu penyembelihan tiba yakni tepat tanggal 10 Dzulhijjah. Nabi Ibrahim ‘alaihis salam sendiri yang melakukan penyembelihan terhadap Nabi Ismail ‘alaihis salam. Namun, proses penyembelihan ini berulang kali mengalami kegagalan. Hingga Nabi Ibrahim ‘alaihi salam pun merasa telah gagal dalam melaksanakan perintah Allah.

Kemudian, Allah berfirman dalam surat Ash-Shaaffaat ayat 104-106,

Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim! Sungguh engkau telah membenarkan mimpimu itu. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesunggunya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.” QS. Ash-Shaaffaat : 104-106.

baca juga: Tips Hindari Gangguan Perut Agar Puasa Ramadan Tetap Lancar

Sebagai balasannya, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam untuk menyembelih seekor kambing yang telah tersedia di sampingnya. Beliau pun menyembelih kambing tersebut. Kisah ini diceritakan dalam Al Qur’an surat Ash-Shaafaat ayat 100-113. Untuk mengabadikan keyakinan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, Allah Ta’ala mensyari’atkan puasa sunnah pada hari Arafah.

Pelaksanaan Puasa Arafah

Untuk pelaksanaan puasa arafah sendiri dilakukan pada setiap tanggal 9 Dzulhijjah. Pada tahun 2021 ini puasa arafah dilaksanakan pada hari Senin, 19 Juli 2021.

Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala.”

Keutamaan Puasa Arafah

Keutamaan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah memiliki banyak sekali keutamaan antara lain:

1. Allah akan memberi keberkahan pada kehidupannya.
2. Bertambah harta.
3. Dijamin kehidupan rumah tangganya.
4. Dibersihkan dirinya dari segala dosa dan kesalahan yang telah lalu.
5. Dilipatgandakan amal dan ibadahnya.
6. Dimudahkan kematiannya.
7. Diterangi kuburnya selama di alam Barzah.
8. Diberatkan timbangan amal baiknya di Padang Mahsyar.
9. Diselamatkan dari kejatuhan kedudukan di dunia, serta dinaikkan martabatnya di sisi Allah SWT.

baca juga: Teh Hangat atau Air Putih untuk Membatalkan Puasa? Berikut Rekomendasi Ahli Gizi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *