Gubernur DIY Ajak Masyarakat Jogja Disiplin dan Patuh Prokes Untuk Perangi Covid-19

  • Whatsapp
Perkembangan Covid-19 di DIY
Sri Sultan usai menggelar pertemuan dengan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto; Kepala Polri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo; Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin; dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ganip Warsito. Pertemuan ini digelar di Gedhong Gadri, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Sabtu (17/07) sore.

Headline.co.id (Yogyakarta) ~ Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap semua pihak bisa saling mendorong untuk membangun tumbuhnya kesadaran menjalani protokol kesehatan. Sri Sultan juga mengajak semua warga DIY untuk bisa disiplin dan taat, serta bekerja sama untuk tetap sehat dan tidak menularkan virus CoViD-19 pada orang lain.

baca juga: Krisis Oksigen! Polda DIY Kirimkan 100 Tabung Oksigen ke RSUP Dr. Sardjito

Hal ini diungkapkan Sri Sultan usai menggelar pertemuan dengan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto; Kepala Polri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo; Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin; dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ganip Warsito. Pertemuan ini digelar di Gedhong Gadri, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Sabtu (17/07) sore.

“Pertemuan sore hari ini diharapkan bisa memberikan berita yang baik bagi seluruh warga masyarakat Yogyakarta. Tidak hanya untuk membangun akuntabilitas, tapi juga membangun kredibilitas dan keyakinan bahwa kita semua ingin berbuat yang terbaik untuk Yogyakarta dan semua warga masyarakatnya,” ungkap Sri Sultan.

Terkait isu perpanjangan PPKM Darurat, Sri Sultan mengatakan, sampai saat ini belum ada keputusan pasti dari pemerintah pusat. Namun jika pun diperpanjang, Sri Sultan meyakini tidak akan ada perbedaan signifikan dengan aturan dan apa yang telah dilakukan pada PPKM Darurat saat ini.

baca juga: PPKM Darurat, Seluruh Tempat Wisata Gunungkidul Direncanakan Akan Tutup

“Saya kira mungkin kita (DIY) tidak akan banyak perbedaan, hanya mungkin masalah pengetatan saja. Karena itu kan hanya berlanjut sampai akhir bulan,” kata Sri Sultan.

Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, telah ada kesepakatan bersama untuk menekan angka kasus aktif harian dan menekan angka kematian akibat CoViD-19 dengan berbagai strategi yang saat inipun telah dijalankan. Secara garis besar, strategi yang dijalankan terbagi menjadi dua yakni strategi defensif dan ofensif.

“Strategi defensif mencakup upaya menjalani protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, menjalankan hidup bersih dan sehat, serta melakukan vaksinasi. Untuk itu kita perlu melakukan penguatan di lapangan. Penggunaan masker menjadi faktor utama, khususnya di 55 RT di DIY yang masih merah, dan ini menjadi perhatian kita,” paparnya.

baca juga: Polres Lampung Utara Berhasil Tangkap Dua Pelaku Curat

Terkait vaksinasi Covid-19, Hadi mengungkapkan, capaian nasional saat ini adalah 140.000 dosis perhari. Angka ini akan terus ditingkatkan dan dalam waktu dekat TNI/Polri yang berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI akan melaksanakan vaksinasi sebanyak 500.000 dosis. Hal ini dilakukan dalam rangka mengejar herd immunity, khususnya di wilayah-wilayah yang masuk zona merah.

“Untuk strategi ofensif dengan melaksanakan testing, tracing, dan treatment, yang akan terus dilaksanakan berbarengan dengan strategi defensif. Kemudian dilaksanakan pula isolasi mandiri yang akan terus kita berikan paket obat gratis, baik untuk yang berstatus OTG maupun dengan gejala ringan.

Mudah-mudahan dengan strategi ini bisa menekan angka kasus aktif setiap hari dan menekan angka kematian,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Polri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menuturkan, pemerintah saat ini telah mengeluarkan aturan terkait PPKM Darurat, di mana sebelumnya telah dilaksanakan PPKM Mikro. “Langkah ini diambil karena dalam perkembangannya terjadi lonjakan penambahan kasus CoViD-19, sehingga mau tidak mau perlu langkah strategis untuk menurunkan laju pertumbuhan CoViD-19 yaitu dengan PPKM Darurat,” katanya.

baca juga: Mau Beli Honda Mobilio? Ini Review Kelebihan, Kekurangan dan Harga Terbarunya

Sigit menambahkan, PPKM Darurat sudah berjalan selama beberapa hari dan hampir memasuki masa akhir. Selama PPKM Darurat ini, menurutnya angka kepatuhan memakai masker pun mulai tinggi. Menurutnya hal ini menjadi sebuah kemajuan karena kunci menekan laju pertumbuhan CoViD-19 adalah melaksanakan protokol kesehatan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *