Headline.co.id, Jakarta ~ Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat kenaikan tajam pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, seiring derasnya aksi beli investor asing. Hingga sekitar pukul 10.36 WIB, saham PT Bumi Resources Tbk menguat 6,32 persen ke level Rp202 dengan nilai beli bersih atau net buy asing mencapai Rp273 miliar. Penguatan berlangsung ketika aktivitas transaksi saham BUMI meningkat, bersamaan dengan sentimen dari posisi perseroan di indeks MSCI serta perkembangan aksi korporasi akuisisi Loyal Metals Limited.
Perdagangan saham PT Bumi Resources Tbk pada periode tersebut mencatat volume sebanyak 3,67 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 48.500 kali. Nilai transaksi saham berkode BUMI mencapai sekitar Rp718 miliar, menunjukkan tingginya aktivitas pelaku pasar pada perdagangan Jumat pagi.
Aksi beli asing menjadi salah satu sorotan utama terhadap saham PT Bumi Resources Tbk. Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas yang tercantum dalam bahan informasi, nilai net buy saham BUMI mencapai Rp273 miliar dan menjadi yang tertinggi di antara saham-saham dengan catatan beli bersih pada saat data dihimpun.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Net Buy Asing BUMI Meningkat Tajam
Arus pembelian investor asing terhadap BUMI sebenarnya telah terlihat sejak perdagangan sehari sebelumnya.
Pada Kamis, 20 Agustus 2026, saham BUMI menguat 4,40 persen dengan volume perdagangan mencapai 3,55 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 52.032 kali dengan nilai transaksi Rp666,31 miliar.
Pada perdagangan tersebut, investor asing membukukan net buy sebesar Rp59,84 miliar.
Nilai beli bersih itu kemudian meningkat menjadi Rp273 miliar pada perdagangan Jumat pagi. Pada saat yang sama, harga saham bergerak naik hingga Rp202.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dalam dua hari perdagangan berturut-turut, BUMI mencatat penguatan harga sekaligus aksi beli bersih investor asing.
Harga BUMI Masuk Rentang Proyeksi BRI Danareksa
Pergerakan saham BUMI juga sebelumnya mendapat perhatian BRI Danareksa Sekuritas.
Dalam catatan perdagangan yang diterbitkan Jumat, 21 Agustus 2026, BRI Danareksa menyebut peluang penguatan terbuka apabila saham BUMI mampu melewati level Rp190.
“BUMI jika mampu breakout 190, saham berpotensi melanjutkan penguatan menuju 196-204,” tulis BRI Danareksa Sekuritas, Jumat (21/8/2026).
Harga BUMI yang mencapai Rp202 pada Jumat pagi berarti telah memasuki rentang Rp196 hingga Rp204 yang disebut dalam analisis tersebut.
Meski demikian, proyeksi teknikal merupakan pandangan berdasarkan kondisi pasar pada saat riset dibuat dan tidak menjadi jaminan terhadap pergerakan harga berikutnya.
BUMI Masih Bertahan di Indeks MSCI
Sentimen lain datang dari hasil tinjauan MSCI untuk periode Agustus 2026.
Saham Bumi Resources masih tercatat dalam MSCI Global Small Cap Index Indonesia. Nama BUMI tidak termasuk dalam daftar saham yang dikeluarkan dari konstituen indeks tersebut.
Keberadaan BUMI dalam indeks global tersebut menjadi salah satu informasi yang diperhatikan pasar di tengah meningkatnya aktivitas investor asing.
Pada saat yang sama, aksi beli bersih asing sebesar Rp273 miliar memperkuat perhatian terhadap pergerakan saham perseroan pada perdagangan Jumat.
Akuisisi Loyal Metals Masuki Tahap Lanjutan
Selain sentimen pasar saham, BUMI juga tengah melanjutkan proses akuisisi Loyal Metals Limited.
Pemegang saham Loyal Metals menyetujui skema akuisisi dalam Rapat Skema yang berlangsung pada 20 Agustus 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi Loyal Metals, sebanyak 99,86 persen suara yang diberikan mendukung transaksi tersebut. Sebanyak 95,96 persen pemegang saham yang hadir dan memberikan suara, baik secara langsung maupun melalui kuasa, juga menyatakan persetujuan.
Company Secretary Loyal Metals Ian Pamensky menjelaskan skema tersebut memungkinkan BUMI atau anak usaha yang sepenuhnya dimiliki perseroan mengambil alih seluruh saham Loyal Metals.
“Skema akuisisi ini dilakukan oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) atau anak usaha yang sepenuhnya dimiliki BUMI untuk mengakuisisi 100% saham yang diterbitkan Loyal dengan pertimbangan tunai A$0,45 per saham Loyal,” tulis Ian Pamensky dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Akuisisi dilakukan melalui court-approved scheme of arrangement berdasarkan Part 5.1 Corporations Act 2001 Australia.
Kendati telah memperoleh persetujuan pemegang saham, penyelesaian transaksi masih menunggu pemenuhan sejumlah conditions precedent dan tahapan persetujuan yang berlaku di Australia.
Loyal Metals Punya Proyek di Australia hingga Kanada
Loyal Metals merupakan perusahaan eksplorasi sumber daya yang tercatat di Australian Securities Exchange dengan kode LLM.
Perusahaan tersebut memiliki sejumlah proyek di Queensland, Australia; Northwest Territories, Kanada; James Bay Lithium District, Quebec, Kanada; serta Nevada, Amerika Serikat.
Sebelum pemegang saham memberikan persetujuan, proses transaksi telah melalui sejumlah tahapan hukum.
Pada 10 Juli 2026, Justice Hill dari Supreme Court of Western Australia menyetujui pengiriman Scheme Booklet kepada pemegang saham Loyal Metals.
Selanjutnya, Scheme Booklet didaftarkan kepada Australian Securities and Investments Commission atau ASIC pada 14 Juli 2026.
Loyal Metals juga telah menyampaikan pemberitahuan mengenai Second Court Hearing pada 19 Agustus 2026.
Samuel Sekuritas Proyeksikan Kinerja BUMI Menguat
Di luar pergerakan saham dan aksi korporasi, prospek operasional BUMI turut mendapat perhatian Samuel Sekuritas Indonesia.
Samuel Sekuritas memperkirakan kinerja perseroan menguat pada kuartal III-2026 dan periode selanjutnya hingga akhir tahun.
Proyeksi tersebut didukung oleh peningkatan produksi emas Wolfram, potensi pemulihan laba PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), serta peluang penurunan biaya tunai akibat meredanya harga bahan bakar.
“Selain bisnis emas, prospek batu bara BUMI mendapat katalis dari potensi kenaikan harga akibat El Nino, sementara volume produksi relatif terlindungi melalui penggunaan conveyor belt,” tulis Samuel Sekuritas dalam risetnya, Rabu (12/8/2026).
Samuel Sekuritas menilai transformasi operasional BUMI berjalan melalui dua jalur utama, yakni ekspansi bisnis emas dan penguatan bisnis batu bara.
Pada bisnis emas, Wolfram telah mulai berproduksi sejak akhir Mei 2026. Produksi perusahaan tersebut diperkirakan meningkat seiring membaiknya kadar bijih yang masuk ke fasilitas pengolahan.
Produksi Wolfram juga masih berada di jalur untuk mencapai target produksi setara tembaga sebanyak 15 kiloton atau 15 ribu ton sepanjang 2026.
Pendapatan Semester I-2026 Capai US$867 Juta
Dari sisi kinerja keuangan, BUMI mencatat pendapatan sebesar US$449 juta pada kuartal II-2026.
Angka tersebut meningkat 7,5 persen dibandingkan kuartal sebelumnya dan melonjak 36,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pendapatan didukung oleh kenaikan volume penjualan batu bara Arutmin sebesar 29,6 persen secara tahunan. Harga jual rata-rata atau average selling price juga meningkat 17,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, pendapatan BUMI sepanjang semester I-2026 mencapai US$867 juta atau naik 27,9 persen secara tahunan.
Laba bersih BUMI pada semester I-2026 tercatat sebesar US$59 juta dan sejalan dengan estimasi konsensus pasar.
BRMS Kuasai 100 Persen Citra Palu Minerals
Perkembangan korporasi juga terjadi pada anak usaha BUMI, PT Bumi Resources Minerals Tbk.
BRMS telah merampungkan pembelian sisa 3,03 persen saham PT Citra Palu Minerals dari BUMI senilai US$9,2 juta pada 25 Juni 2026.
Transaksi tersebut membuat BRMS kini menguasai 100 persen saham Citra Palu Minerals.
Namun, BRMS masih mencatat penurunan laba bersih pada semester I-2026. Laba bersih turun 43,75 persen secara tahunan menjadi US$12,92 juta, sedangkan pendapatan terkoreksi 20,7 persen menjadi US$95,79 juta.
Kinerja operasional BRMS diproyeksikan membaik pada sisa 2026 seiring pemulihan volume produksi tambang emas.
Kombinasi aksi beli bersih asing, posisi BUMI di MSCI Global Small Cap Index Indonesia, perkembangan akuisisi Loyal Metals, serta prospek operasional menjadi sejumlah faktor yang mengiringi kenaikan saham BUMI ke Rp202 pada perdagangan Jumat pagi. Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati kelanjutan proses akuisisi dan realisasi kinerja perseroan pada semester kedua 2026.















