Headline.co.id, Pekanbaru ~ – Kebakaran lahan Pekanbaru menjadi perhatian Pemerintah Kota Pekanbaru seiring fenomena El Nino yang meningkatkan potensi kebakaran dan memburuknya kualitas udara. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho memastikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama aparat gabungan melakukan persiapan untuk menghadapi ancaman tersebut. Langkah ini dilakukan di sejumlah wilayah rawan kebakaran lahan di Kota Pekanbaru, dengan pemantauan lokasi serta sumber air sebagai bagian dari upaya pencegahan.
Persiapan itu disampaikan Agung Nugroho pada Selasa (11/8/2026), setelah data BPBD Kota Pekanbaru menunjukkan konsentrasi partikulat PM 2.5 berada dalam kategori tidak sehat. Hingga 9 Agustus 2026, luas lahan yang terbakar di Kota Pekanbaru sepanjang Januari mencapai 42,14 hektare.
Fenomena El Nino Tingkatkan Risiko Kebakaran Lahan Pekanbaru
Fenomena El Nino saat ini meningkatkan potensi kebakaran lahan. Sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru juga termasuk kawasan yang rawan terhadap kebakaran lahan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kondisi tersebut berlangsung ketika kualitas udara Kota Pekanbaru berada pada tingkat tidak sehat. Berdasarkan data BPBD Kota Pekanbaru, kondisi itu terlihat dari konsentrasi partikulat PM 2.5 yang masuk kategori tidak sehat.
Kebakaran lahan di wilayah Kota Pekanbaru juga masih terjadi. Catatan luas lahan yang terbakar hingga 9 Agustus 2026 menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Kondisi ini membuat kita harus melakukan persiapan untuk antisipasi bencana kebakaran lahan,” tegas Agung Nugroho.
BPBD Pantau Lokasi Rawan dan Sumber Air
Agung mengatakan, tim BPBD Kota Pekanbaru melakukan pemantauan terhadap lokasi-lokasi yang rawan kebakaran lahan. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kebakaran di tengah meningkatnya potensi akibat fenomena El Nino.
Selain lokasi rawan, tim di lapangan turut memonitor sumber air. Pemantauan sumber air menjadi salah satu langkah antisipasi yang disiapkan untuk mendukung penanganan apabila kebakaran lahan terjadi.
Menurut Agung, kesiapan penanganan juga didukung keberadaan relawan tangguh bencana serta peralatan pemadam yang ditempatkan di setiap kecamatan. Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu penanganan kebakaran lahan di wilayah Kota Pekanbaru.
“Apalagi BPBD sudah ada relawan tangguh bencana, ada juga peralataan pemadam di setiap kecamatan untuk membantu penanganan kebakaran lahan,” ujarnya.
90 Personel BPBD Disiapkan Bersama TNI dan Polri
Sebanyak 90 personel BPBD Kota Pekanbaru disiapkan untuk mengantisipasi kebakaran lahan. Mereka akan menjalankan pemantauan dan penanganan bersama unsur terkait di wilayah Kota Pekanbaru.
Dalam pelaksanaannya, Tim BPBD Kota Pekanbaru berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk unsur TNI dan kepolisian di Kota Pekanbaru. Koordinasi lintas unsur itu menjadi bagian dari kesiapan menghadapi kebakaran lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Pemerintah Kota Pekanbaru juga telah menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Lahan. Status tersebut direncanakan berlangsung hingga 30 November 2026.
Dengan status siaga darurat itu, pemantauan lokasi rawan, pemeriksaan sumber air, kesiapan personel, serta dukungan relawan dan peralatan pemadam menjadi bagian dari upaya menghadapi ancaman kebakaran lahan Pekanbaru selama fenomena El Nino.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















