Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) mengumumkan bahwa 99,9% Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah berhasil dipulihkan. Pengumuman ini disampaikan pada Senin, 17 Agustus 2026, menandakan kemajuan signifikan dalam upaya pemulihan infrastruktur telekomunikasi di wilayah tersebut. Gempa yang terjadi sebelumnya sempat mengganggu layanan komunikasi, namun langkah cepat telah diambil untuk memastikan jaringan kembali normal.
Menkominfo menegaskan bahwa percepatan perbaikan menjadi prioritas utama pemerintah. “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh BTS yang terdampak dapat berfungsi kembali secepat mungkin,” ujar Menkominfo. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat di NTT dapat kembali mengakses layanan komunikasi dengan lancar, yang sangat penting dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana.
Selain itu, Menkominfo juga menyampaikan bahwa koordinasi dengan operator telekomunikasi terus dilakukan untuk memantau perkembangan dan menyelesaikan sisa perbaikan yang diperlukan. “Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan tidak ada kendala dalam proses pemulihan ini,” tambahnya. Upaya ini menunjukkan sinergi pemerintah dan sektor swasta dalam menangani dampak bencana alam.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Keberhasilan pemulihan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat NTT. Menkominfo juga mengingatkan pentingnya kesiapan infrastruktur telekomunikasi dalam menghadapi bencana di masa depan. “Kita harus belajar dari pengalaman ini dan memastikan bahwa sistem komunikasi kita lebih tangguh terhadap bencana,” tutupnya. Dengan hampir seluruh BTS kembali beroperasi, diharapkan aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan proses pemulihan pascagempa dapat berjalan lebih lancar.



















