Headline.co.id, Jakarta ~ Polres Ngada mengadakan layanan kesehatan dan trauma healing bagi warga Desa Naru yang terdampak gempa bumi. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026, sebagai respons cepat terhadap bencana yang melanda wilayah tersebut. Gempa dengan magnitudo 7,7 yang mengguncang Mbay, Nagakeo, NTT, telah menyebabkan kerusakan signifikan dan menimbulkan trauma bagi masyarakat setempat.
Kapolres Ngada, AKBP Rio Cahyowidi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan fisik dan psikologis kepada warga yang mengalami dampak langsung dari gempa. “Kami berupaya untuk tidak hanya memberikan bantuan medis, tetapi juga membantu memulihkan kondisi mental warga yang terguncang akibat bencana ini,” ujarnya. Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum dan pemberian obat-obatan, sementara sesi trauma healing dilakukan untuk membantu warga mengatasi trauma pasca-gempa.
Selain itu, Polres Ngada juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk tenaga medis dan psikolog, untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan dapat menjangkau seluruh warga yang membutuhkan. “Kami berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan semua kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi,” tambah AKBP Rio. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban warga dan mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Ngada dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam. Dengan adanya layanan kesehatan dan trauma healing ini, diharapkan warga Desa Naru dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal.



















