Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkomitmen untuk memastikan akses transportasi tetap tersedia bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Upaya ini dilakukan di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemeriksaan terhadap bandara dan pelabuhan terus dilakukan untuk memastikan konektivitas udara dan laut tetap terjaga, guna mendukung mobilisasi masyarakat dan distribusi bantuan dengan mengutamakan keselamatan.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan pentingnya peran transportasi dalam penanganan bencana. “Semangat kemerdekaan kita tunjukkan melalui kepedulian dan kerja nyata ketika saudara-saudara kita menghadapi bencana. Kemenhub terus menjaga agar akses transportasi di kawasan bencana tetap berjalan baik,” ujar Dudy di Jakarta, Senin (17/8).
Gempa bumi yang melanda NTT pada Sabtu (15/8) mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas transportasi, terutama bandara dan pelabuhan. Kemenhub bersama pemangku kepentingan melakukan pemeriksaan untuk memastikan fasilitas tersebut aman digunakan. Lima bandara terdampak, yaitu Bandara Komodo di Labuan Bajo, H. Hasan Aroeboesman di Ende, Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Frans Sales Lega di Ruteng, dan Soa di Bajawa. Meski ada kerusakan pada gedung terminal dan fasilitas pendukung, operasional bandara tetap berjalan tanpa penutupan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Di sektor transportasi laut, gempa berdampak pada Pelabuhan Laurentius Say dan Pelabuhan Reo, serta kerusakan ringan hingga sedang di Pelabuhan Labuan Bajo, Marapokot, Ende, dan Waingapu. Pelabuhan-pelabuhan ini tetap beroperasi dengan mengutamakan keselamatan. Sementara itu, layanan transportasi darat juga siap beroperasi kembali setelah akses jalan yang sempat terputus akibat longsoran kini sudah dapat dilalui.
Kemenhub terus berkoordinasi dengan BMKG, BNPB, Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, dan operator transportasi untuk memastikan setiap keputusan operasional didasarkan pada kondisi terbaru di lapangan. “Transportasi memiliki peran penting dalam situasi seperti ini, karena bantuan tidak akan sampai kepada masyarakat tanpa adanya jalur yang aman untuk bergerak,” tambah Dudy.

















