Headline.co.id, Badan Meteorologi ~ Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berkomitmen untuk meningkatkan prakiraan cuaca berbasis dampak guna memperkuat budaya tangguh bencana di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menekankan pentingnya pendekatan ini dalam sebuah acara yang digelar pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Dwikorita menjelaskan bahwa prakiraan berbasis dampak tidak hanya memberikan informasi cuaca, tetapi juga memprediksi potensi dampak yang mungkin ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem. “Dengan demikian, masyarakat dapat lebih siap menghadapi kemungkinan bencana dan mengurangi risiko kerugian,” ujarnya. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat serta pemerintah daerah dalam menghadapi bencana.
BMKG juga berencana untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas lokal. Tujuannya adalah untuk memastikan informasi prakiraan cuaca dan dampaknya dapat diakses dengan mudah dan dipahami oleh semua lapisan masyarakat. “Kolaborasi ini penting agar informasi yang kami sampaikan dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan,” tambah Dwikorita.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai bagian dari upaya ini, BMKG akan terus mengembangkan teknologi dan metode prakiraan yang lebih canggih. Selain itu, pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara membaca dan memanfaatkan informasi prakiraan cuaca juga akan ditingkatkan. Dengan langkah-langkah ini, BMKG berharap dapat berkontribusi lebih besar dalam membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana alam.
















