Headline.co.id, Solo ~ Sebuah video berdurasi delapan detik yang memperlihatkan dugaan aksi tidak senonoh pasangan muda-mudi di wahana bianglala Sekaten, Alun-Alun Utara Solo, menjadi perbincangan di media sosial. Rekaman tersebut disebut diambil pada Sabtu (8/8/2026) malam ketika pengunggah tengah menaiki bianglala bersama anaknya. Pengunggah mengaku secara tidak sengaja merekam aktivitas pasangan di kabin lain saat hendak mengabadikan momen bersama anaknya. Peristiwa itu kemudian memicu perdebatan warganet karena terjadi di kawasan rekreasi yang juga banyak dikunjungi anak-anak.
Video tersebut diunggah melalui akun Threads @agaXXX. Dalam keterangannya, pemilik akun menyebut awalnya hanya berniat merekam suasana ketika naik bianglala bersama anaknya yang berusia sekitar 1,4 tahun.
Namun, kamera disebut justru menangkap aktivitas pasangan muda-mudi dari kabin lain yang dinilai pengunggah tidak pantas dilakukan di ruang publik.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Niatnya bikin video biasa… Tapi malah melihat hal tidak senonoh yang dilakukan anak muda tersebut. Tidak hanya 1 kali, tapi beberapa kali kalau bianglala berhenti di atas!” tulis akun @agaXXX dalam unggahannya.
Meski demikian, rekaman yang beredar hanya berdurasi delapan detik. Karena itu, apa yang terjadi secara utuh sebelum maupun setelah potongan video tersebut tidak terlihat dalam rekaman yang menjadi bahan perbincangan warganet.
Pengunggah Soroti Sekaten sebagai Tempat Rekreasi Keluarga
Perhatian pengunggah tidak hanya tertuju pada dugaan tindakan pasangan tersebut, tetapi juga pada lokasi kejadian. Menurut dia, kawasan Sekaten merupakan ruang publik yang dipenuhi berbagai wahana permainan dan banyak didatangi keluarga bersama anak-anak.
Ia menyampaikan kekhawatiran apabila tindakan yang dinilai tidak pantas tersebut terlihat oleh pengunjung anak-anak.
“Tolong mas/mbak, Sekaten ini penuh wahana anak-anak… Kalau dilihat anak-anak bagaimana? Bukankah malah jadi contoh buruk?” tulis pengunggah.
Pernyataan tersebut kemudian menarik perhatian pengguna media sosial lainnya. Unggahan itu mendapat lebih dari 200 komentar dengan beragam respons terhadap video yang beredar.
Sebagian warganet mempertanyakan perilaku pasangan yang terekam, sementara pengguna lainnya mengingatkan agar publik tidak langsung mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video berdurasi singkat.
“Klo ini fitnah, semoga mbaknya merasakan hal yang sama. Mudah banget berasumsi dari potongan video yang hanya sekian detik,” tulis salah seorang pengguna dalam kolom komentar.
Pengunggah Klaim Melihat Kejadian Lebih dari Sekali
Menanggapi keraguan tersebut, pengunggah kemudian memberikan penjelasan tambahan. Ia mengklaim aktivitas yang dianggap tidak pantas itu terjadi beberapa kali ketika bianglala berada di posisi atas, meskipun hanya sebagian kecil yang terekam kamera.
“Baca utasnya kak! Berkali-kali melakukan, beberapa kali klamutan! Yang gak sengaja kerekam cuma itu, soalnya udah gak mau lihat lagi,” tulisnya saat membalas komentar pengguna lain.
Keterangan tersebut merupakan klaim dari pengunggah video. Berdasarkan bahan yang tersedia, belum terdapat keterangan langsung dari pasangan yang terekam dalam video sehingga versi mereka mengenai peristiwa tersebut belum diketahui.
Kondisi itu membuat informasi mengenai kejadian perlu ditempatkan secara hati-hati sebagai dugaan, bukan sebagai fakta yang telah terverifikasi sepenuhnya.
Belum Ada Pernyataan Resmi Panitia Sekaten
Hingga informasi dalam bahan ini disusun, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak panitia Sekaten mengenai video yang menjadi perhatian publik tersebut.
Belum diketahui pula apakah pihak penyelenggara telah menerima laporan terkait kejadian itu atau akan melakukan evaluasi terhadap pengawasan pengunjung di wahana.
Video tersebut masih menjadi pembicaraan di media sosial. Di tengah beragam reaksi warganet, peristiwa ini sekaligus memunculkan perhatian terhadap pentingnya menjaga perilaku di ruang publik, terutama di kawasan rekreasi keluarga yang banyak dikunjungi anak-anak.
Masyarakat juga perlu berhati-hati dalam menyimpulkan sebuah peristiwa berdasarkan potongan video di media sosial. Selama belum terdapat keterangan lengkap dari seluruh pihak terkait, informasi mengenai pasangan dalam rekaman tersebut tetap perlu dipahami sebagai dugaan sebagaimana disampaikan oleh pengunggah video.




















