Headline.co.id, Kementerian Desa ~ Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) menekankan pentingnya penyelesaian konflik agraria dengan pendekatan berbasis pemulihan desa. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa penyelesaian konflik tidak hanya menyelesaikan masalah tanah, tetapi juga memulihkan kondisi sosial dan ekonomi desa yang terdampak. Hal ini disampaikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, dalam sebuah pernyataan resmi pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Abdul Halim Iskandar menjelaskan bahwa konflik agraria sering kali menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat desa, baik dari segi ekonomi maupun sosial. Oleh karena itu, Kemendes PDT berkomitmen untuk mengintegrasikan program pemulihan desa dalam setiap upaya penyelesaian konflik agraria. “Pemulihan desa harus menjadi bagian integral dari penyelesaian konflik agraria agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Abdul Halim.
Sebagai langkah konkret, Kemendes PDT akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat, untuk mengidentifikasi desa-desa yang terdampak konflik agraria. Program pemulihan yang akan diterapkan mencakup pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan ekonomi lokal. Targetnya adalah agar desa-desa tersebut dapat pulih dalam jangka waktu yang telah ditentukan dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kemendes PDT juga berencana untuk melakukan evaluasi berkala terhadap program pemulihan desa ini guna memastikan efektivitas dan keberlanjutannya. Dengan pendekatan ini, diharapkan konflik agraria dapat diselesaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat desa. “Kami berharap dengan adanya program ini, desa-desa yang terdampak konflik agraria dapat bangkit kembali dan masyarakatnya dapat hidup lebih sejahtera,” tutup Abdul Halim.
















