Headline.co.id, Dien Muhammad Scientivan Kurnia Pramono ~ mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2024, berhasil meraih dua penghargaan dalam kompetisi internasional di bidang teknologi blockchain. Kompetisi tersebut adalah UHI9 Hookathon, yang merupakan bagian dari program inkubasi Uniswap Hook Incubator (UHI) Batch 9 yang diselenggarakan oleh Atrium Academy. Prestasi ini mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Dien, yang juga menjabat sebagai Technical Lead UGM Blockchain Club (UGMBCC), memenangkan dua kategori dalam kompetisi tersebut, yaitu Impermanent Loss & Yield Systems Track dan Reactive Network Track. Setiap kategori memberikan hadiah sebesar 1.000 dolar AS, sehingga total hadiah yang diterima Dien mencapai 2.000 dolar AS. Kompetisi ini memiliki total hadiah sebesar 25.000 dolar AS yang dibagi dalam tiga kategori: Impermanent Loss & Yield Systems (13.000 dolar AS), General Track (7.000 dolar AS), dan Reactive Network (5.000 dolar AS). Pengumuman pemenang dilakukan oleh Atrium Academy melalui akun X (Twitter) pada Jumat, 19 Juni 2026.
Menurut Dien, UHI9 Hookathon adalah kompetisi internasional yang menjadi bagian dari rangkaian program Uniswap Hook Incubator. Program ini mengumpulkan para pengembang blockchain dari berbagai negara untuk merancang solusi berbasis hook pada Uniswap v4. Sebelum berkompetisi, peserta harus melalui seleksi dokumen dan wawancara, serta mengikuti serangkaian lokakarya intensif hingga babak akhir berupa hackathon, yang dalam program ini disebut Hookathon.
Dalam kompetisi tersebut, Dien mengembangkan proyek bernama Veritas, sebuah sistem berbasis Uniswap v4 yang mengubah sinyal keaslian konten menjadi skor risiko on-chain bernama Dilution Risk Score (DRS). Skor ini digunakan sebagai mekanisme penyaringan untuk mencegah konten duplikasi atau replikasi berbasis kecerdasan artifisial mendapatkan pendanaan. Selain itu, skor ini juga menjadi acuan dalam menyesuaikan biaya perlindungan bagi Liquidity Provider (LP) secara otomatis. Dengan pendekatan ini, risiko impermanent loss yang menjadi tantangan bagi penyedia likuiditas dapat ditekan tanpa memerlukan otoritas terpusat. Veritas memanfaatkan teknologi Reactive Network, memungkinkan smart contract merespons berbagai peristiwa on-chain maupun lintas rantai secara otomatis.



















