Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Komunikasi dan Digital mengajak masyarakat untuk memahami secara menyeluruh pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya menjaga optimisme nasional. Presiden menekankan agar tidak terjebak dalam perdebatan istilah yang dapat mengalihkan fokus dari inti permasalahan. Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menyatakan bahwa Presiden bersikap terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.
“Presiden memandang kritik, termasuk pemberitaan mengenai sekolah yang mengalami kerusakan, sebagai masukan penting yang perlu diungkap. Temuan di lapangan menjadi perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti dengan langkah-langkah perbaikan. Ini menunjukkan bahwa kritik yang disampaikan dengan itikad baik menjadi bagian dari proses membangun Indonesia yang lebih baik,” ujar Fifi di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Fifi mengajak publik untuk melihat konteks utuh dari pernyataan Presiden tentang “londo ireng”. Pesan tersebut merupakan kiasan politik dan bukan ditujukan untuk menyudutkan profesi, media, atau kelompok tertentu. “Yang disampaikan Presiden adalah ajakan untuk tetap waspada terhadap pihak-pihak yang sengaja merangkai narasi seolah-olah Indonesia tidak memiliki harapan dan tidak sedang bergerak maju. Kritik tentu diperlukan, tetapi berbeda dengan upaya membangun pesimisme secara sistematis,” kata Fifi.
Fifi menegaskan bahwa pemerintah menghormati kebebasan pers, kritik masyarakat, dan peran berbagai elemen bangsa sebagai bagian dari demokrasi. Namun, pemerintah juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga agar ruang publik tidak dipenuhi narasi yang mengabaikan berbagai upaya penyelesaian yang sedang dilakukan. Fifi menambahkan bahwa pemerintah akan terus memilih jalan kerja nyata sebagai jawaban atas berbagai kritik publik.
“Fokus pemerintah adalah menyelesaikan persoalan satu per satu, mempercepat perbaikan di lapangan, dan memastikan masyarakat merasakan manfaatnya. Ruang demokrasi tetap terbuka, tetapi mari bersama-sama menjaga agar kritik menjadi energi perbaikan,” tutup Fifi.



















