Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mengadopsi program One Village One Product (OVOP) dan Kampanye Gemar Makan Ikan (Gemarikan) sebagai strategi untuk mempercepat penurunan angka stunting dan memperkuat ekonomi desa. Langkah ini dilakukan melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang memberikan dukungan berupa pelatihan pengolahan produk perikanan. Pelatihan tersebut diinisiasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTT dan dilaksanakan di Aula Paroki Kristus Raja Waimangura pada Kamis (23/7/2026).
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, menyampaikan apresiasi kepada DKP Provinsi NTT atas dukungan nyata melalui program intervensi berbasis desa ini. Menurut Bupati, kegiatan tersebut merupakan sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah. Program ini menargetkan masyarakat desa, terutama pelaku usaha dan kelompok masyarakat di sektor perikanan, dan dinilai strategis karena mendukung tiga prioritas pembangunan Kabupaten Sumba Barat Daya: penanggulangan stunting, pengentasan kemiskinan, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan daerah untuk mewujudkan Kabupaten Sumba Barat Daya Hebat yang Berkarakter, Sehat, Cerdas, Berketahanan Pangan, dan Berbudaya menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah dan provinsi melalui program berbasis desa sebagai langkah konkret untuk mencapai tujuan tersebut.
Bupati juga menyoroti potensi perikanan di Kabupaten Sumba Barat Daya yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan konsep OVOP, masyarakat desa didorong untuk mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tambah, yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Selain itu, Kampanye Gemarikan diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat agar lebih gemar mengonsumsi ikan sebagai sumber protein yang murah, bergizi tinggi, dan mudah diperoleh, sehingga efektif dalam menurunkan angka stunting di daerah tersebut.
Para peserta pelatihan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan hasil perikanan yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh individu dan keluarga, tetapi juga memberikan dampak bagi masyarakat secara lebih luas.
Lebih dari sekadar pelatihan keterampilan, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan membangun kemandirian desa. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk terus bersinergi membangun daerah sesuai dengan peran dan kapasitas masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya optimistis bahwa program berbasis desa seperti OVOP dan Gemarikan akan menjadi pilar penting dalam membangun daerah yang berketahanan pangan, sejahtera, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

















