Headline.co.id, Wali Kota Singkawang ~ Tjhai Chui Mie, menghadiri upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Barat, Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan, pada Senin (20/7/2026). Upacara tersebut dipimpin oleh Wakapolda Kalbar, Brigjen Pol. Hindarsono, yang membacakan amanat dari Kalemdiklat Polri. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polda Kalbar, unsur Forkopimda, kepala daerah, serta para Kapolres se-Kalimantan Barat, termasuk Kapolres Singkawang, AKBP Dody Yudianto Arruan, S.I.K.
Dalam prosesi upacara, Wali Kota Tjhai Chui Mie turut serta dalam tradisi penyiraman air kembang kepada para calon siswa Bintara Polri. Tradisi ini melambangkan doa dan harapan agar para peserta didik dapat menjalani pendidikan dengan baik dan nantinya menjadi anggota Polri yang berintegritas dan berdedikasi dalam melayani masyarakat.
Amanat Kalemdiklat Polri yang dibacakan oleh Wakapolda Kalbar menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta didik yang telah lolos seleksi dan berhak mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri dengan kemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Para siswa diharapkan dapat berkembang menjadi insan Bhayangkara yang profesional, berintegritas, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pendidikan pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 akan berlangsung selama lima bulan dengan total 4.792 peserta didik di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 708 peserta wanita akan mengikuti pendidikan di Sepolwan Lemdiklat Polri, sementara 4.084 peserta pria akan menjalani pendidikan di 31 SPN Polda. Di SPN Polda Kalbar sendiri, sebanyak 66 siswa Bintara resmi memulai pendidikan untuk dipersiapkan menjadi personel Polri yang kompeten di bidang pelayanan kepolisian.
Tema pendidikan tahun ini adalah “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.” Pendidikan ini menitikberatkan pada pembentukan karakter, penguatan moral, integritas, serta kemampuan literasi melalui kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Wakapolda Kalbar juga berpesan kepada seluruh peserta didik untuk menjaga disiplin, meningkatkan keimanan, memperkuat semangat belajar, serta membangun kerja sama selama menjalani pendidikan. Menurutnya, setiap tantangan yang dihadapi merupakan bagian dari proses pembentukan karakter menuju Bhayangkara yang tangguh, humanis, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Di akhir amanatnya, Wakapolda menegaskan kepada seluruh tenaga pendidik, instruktur, dan pengasuh agar menyelenggarakan pendidikan secara profesional, tegas, adil, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Pendidikan yang berkualitas, katanya, harus mampu membentuk karakter, kedisiplinan, dan integritas, sehingga melahirkan Bintara Polri Presisi yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
















