Headline.co.id, Nganjuk ~ Pemerintah Kabupaten Siak menargetkan peningkatan produktivitas padi hingga dua kali lipat melalui Gerakan Tanam Serempak Optimalisasi Lahan (Oplah) 2025. Acara ini dilaksanakan di BP Maju Sejahtera, Kampung Belading, Kecamatan Sabak Auh, pada Sabtu (18/7/2026). Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional.
Gerakan Tanam Serempak Oplah dilaksanakan serentak di 25 provinsi sebagai langkah percepatan masa tanam pada lahan hasil optimalisasi dan cetak sawah rakyat (CSR). Secara nasional, kegiatan ini dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan diikuti secara daring oleh daerah sentra produksi pangan di seluruh Indonesia.
Di Kabupaten Siak, kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Siak Syamsurizal, Wakil Ketua DPRD Siak Laiskar Jaya, jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Riau, unsur TNI, penyuluh pertanian, serta Brigade Pangan. Syamsurizal menyatakan bahwa Kabupaten Siak memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengembangan lahan optimalisasi.
Saat ini, luas lahan OPLAH di Siak mencapai 873 hektare yang dikelola oleh empat Brigade Pangan, dengan tambahan sekitar 600 hektare yang masih dalam tahap konstruksi. Untuk meningkatkan hasil produksi, Pemerintah Kabupaten Siak mulai menerapkan Pertanian Modern Advance Agrikultur Sistem (PMAAS) sebagai bagian dari modernisasi sektor pertanian.
Syamsurizal berharap pemerintah pusat dapat menambah dukungan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) serta benih unggul agar Brigade Pangan dapat bekerja lebih optimal dalam meningkatkan produksi. Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Siak optimistis mampu meningkatkan indeks pertanaman, memperkuat produksi padi, serta memperkokoh peran daerah sebagai salah satu penyangga ketahanan pangan di Provinsi Riau sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
















