Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Analisis Ekonomi

Bank Central Asia Menguat Ditopang Net Buy Asing dan Transaksi Jumbo Rp1,2 Triliun

Hendrawan by Hendrawan
3 days ago
in Analisis Ekonomi
Reading Time: 4 mins read
405 22
A A
0
Saham BBCA Berpotensi Lanjut Menguat, Investor Diminta Waspadai Level Rp6.275

Saham BBCA Berpotensi Lanjut Menguat, Investor Diminta Waspadai Level Rp6.275 (Dok Foto Istimewa)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

HEADLINE.CO.ID, JAKARTA ~ Saham Bank Central Asia atau PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dibuka menguat 50 poin atau 0,77 persen ke posisi Rp6.525 per saham pada perdagangan Senin (20/7/2026) pagi. Penguatan terjadi setelah investor asing membukukan aksi beli bersih dan muncul transaksi jumbo di pasar negosiasi pada perdagangan akhir pekan sebelumnya. Pergerakan tersebut menunjukkan meningkatnya minat terhadap BBCA ketika investor global secara umum masih mencatatkan penjualan bersih di pasar saham Indonesia.

Bank Central Asia sebelumnya menutup perdagangan Jumat (17/7/2026) dengan kenaikan 4,02 persen ke level Rp6.475 per saham. Penguatan itu membawa kapitalisasi pasar perseroan mencapai sekitar Rp799 triliun, dengan nilai transaksi di pasar reguler sebesar Rp2,04 triliun.

You might also like

IHSG Hari Ini Melanjutkan Tren Positif, PURI dan KBLV Masuk Top Gainers

IHSG Hari Ini Menguat 0,87 Persen, Saham Energi Jadi Penopang Utama

20 July 2026

Aktivitas perdagangan saham Bank Central Asia pada Jumat juga diwarnai aksi beli bersih investor asing sebesar Rp698,29 miliar. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia melalui aplikasi Stockbit Sekuritas, sebanyak 319,19 juta saham BBCA diperdagangkan dengan frekuensi transaksi mencapai 56.469 kali.

ADVERTISEMENT

Transaksi Crossing BBCA Tembus Rp1,2 Triliun

Selain transaksi di pasar reguler, saham BBCA mencatat transaksi crossing bernilai besar di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia. Transaksi melalui J.P. Morgan Sekuritas Indonesia dengan kode broker BK mencapai Rp1,2 triliun.

Transaksi tersebut dilakukan pada harga rata-rata Rp6.400 per saham dengan jumlah sekitar 1,9 juta lot saham. Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi mengenai pihak yang melakukan transaksi maupun tujuan perpindahan saham tersebut.

Transaksi lain juga difasilitasi Henan Putihrai Sekuritas dengan kode broker HP. Nilainya mencapai Rp492,8 miliar dengan harga rata-rata Rp7.400 per saham.

Masuknya dana asing ke saham BBCA menjadi perhatian karena terjadi ketika investor global masih mencatatkan penjualan bersih di pasar saham domestik. Sepanjang 2026 hingga pertengahan Juli, nilai jual bersih investor asing di pasar saham Indonesia mencapai sekitar Rp76,15 triliun.

CGS International Sekuritas menilai penguatan saham BBCA antara lain didukung ekspektasi kembalinya arus beli asing. Sentimen tersebut muncul setelah S&P mempertahankan peringkat utang Indonesia dengan prospek stabil, sehingga Indonesia tetap berada dalam kategori layak investasi atau investment grade.

Aliran dana pasif melalui iShares MSCI Indonesia ETF juga disebut menjadi salah satu faktor pendukung. Produk investasi kelolaan BlackRock Inc tersebut menempatkan BBCA sebagai konstituen dengan bobot terbesar, yakni sekitar 22 persen.

Fundamental Bank Central Asia Dinilai Tetap Kokoh

Selain dukungan arus dana asing, penguatan saham BBCA ditopang kondisi fundamental perseroan. Pada kuartal I-2026, Bank Central Asia membukukan laba bersih sebesar Rp14,7 triliun atau tumbuh 3,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba didukung peningkatan pendapatan nonbunga dan efisiensi biaya operasional. Namun, perseroan masih menghadapi tekanan berupa penurunan margin bunga bersih menjadi 5,4 persen serta perlambatan penyaluran kredit pada sejumlah segmen.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai kekuatan utama BCA tetap berada pada struktur pendanaan dan efisiensi operasionalnya.

“Meski pertumbuhan kredit melambat dan margin bunga bersih tertekan, fundamental inti BBCA tetap kuat berkat basis dana murah yang solid, struktur biaya yang efisien, serta pendekatan penyaluran kredit yang lebih selektif,” tulis Liza dalam risetnya.

Hingga Maret 2026, penyaluran kredit BCA tumbuh 5,6 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp994 triliun. Kredit produktif tercatat sebesar Rp760,2 triliun, sedangkan pembiayaan sektor berkelanjutan mencapai Rp258,4 triliun.

Kredit usaha mikro, kecil, dan menengah tumbuh 12 persen menjadi Rp146 triliun. Sementara itu, pembiayaan sektor hijau meningkat 7,7 persen menjadi Rp113 triliun, didorong pertumbuhan kredit ke sektor energi baru dan terbarukan sebesar 53,5 persen.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga BCA mencapai Rp1.292,4 triliun atau meningkat 8,3 persen secara tahunan. Dana murah atau current account saving account mendominasi hingga 85,2 persen dengan nilai Rp1.089 triliun, tumbuh 11,2 persen.

Kualitas aset perseroan juga tercatat masih terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan berada di level 1,8 persen, sedangkan loan at risk tercatat sebesar 5,1 persen.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Hendra Lembong mengatakan kinerja perseroan pada awal 2026 turut dipengaruhi aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri.

“Mengawali 2026, kinerja BCA dipengaruhi momentum Ramadan dan Idulfitri yang mendukung kinerja kredit. Tak hanya itu, BCA Expoversary 2026 yang dilaksanakan sejak Februari 2026 juga mendapatkan antusiasme tinggi dari nasabah dan masyarakat,” kata Hendra.

Ia menyatakan BCA tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

“Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden,” ujarnya.

Sekuritas Pertahankan Rekomendasi Beli BBCA

Kiwoom Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA untuk jangka panjang dengan target harga Rp8.075 per saham dalam 12 bulan. Target tersebut dihitung menggunakan pendekatan gabungan Price to Book Value dan Dividend Discount Model, dengan proyeksi P/BV 2026 sebesar 3,3 kali.

Untuk perdagangan jangka pendek, KB Valbury Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy dengan target harga Rp6.575. Area masuk disarankan berada pada rentang Rp6.275 hingga Rp6.475.

“Waspada jika harga menembus Rp6.275. Stop loss di level Rp5.975,” tulis KB Valbury Sekuritas.

BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan pembelian saham BBCA pada area Rp6.300 hingga Rp6.450. Potensi kenaikan diperkirakan menuju rentang Rp6.650 hingga Rp6.950, dengan batas penghentian kerugian apabila harga turun di bawah Rp6.200.

Meski mengalami penguatan dalam jangka pendek, saham BBCA masih terkoreksi sekitar 19,81 persen sepanjang 2026. Kondisi tersebut menunjukkan investor tetap perlu mempertimbangkan risiko pergerakan pasar, tekanan terhadap margin bunga, serta perlambatan pertumbuhan kredit sebelum mengambil keputusan investasi.

Dalam sepekan hingga Jumat (17/7/2026), saham BBCA menguat 4,86 persen dengan pergerakan pada rentang Rp6.075 hingga Rp6.500 per saham. Penguatan yang berlanjut pada pembukaan perdagangan Senin memperlihatkan bahwa aksi beli asing, transaksi jumbo, dan ketahanan fundamental masih menjadi sentimen utama bagi saham Bank Central Asia.

Tags: BBCAmenguat 50 poinpasar saham Indonesia
ADVERTISEMENT
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

IHSG Hari Ini Melanjutkan Tren Positif, PURI dan KBLV Masuk Top Gainers

IHSG Hari Ini Menguat 0,87 Persen, Saham Energi Jadi Penopang Utama

by Hendrawan
20 July 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ IHSG hari ini melanjutkan penguatan pada perdagangan sesi pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/7/2026). Hingga...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Gubernur Sulawesi Tengah Luncurkan Maskot dan Jingle Porprov X 2026 di Morowali

Gubernur Sulawesi Tengah Luncurkan Maskot dan Jingle Porprov X 2026 di Morowali

15 May 2026
Info Penerimaan Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS)

Persiapan SNBT 2025: 10 Prodi dengan Persaingan Ketat yang Perlu Anda Ketahui

5 January 2025
Apa rumus berat badan ideal

Ini Cara Menghitung Penambahan Berat Badan Ideal Saat Hamil

3 March 2024
Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia

Intip Profil dan Kasus yang Membuat Wamenkumham Eddy Hiariej Jadi Tersangka di KPK

10 November 2023
Jejak Kolonial di Indonesia: Megahnya Istana yang Bukan Hanya Warisan Belanda

Jejak Kolonial di RI: Bukan Hanya Belanda yang Tinggalkan Istana Megah

15 August 2024
Diskominfo Gresik Tetapkan Pemenang Sayembara Logo HUT 2026

Diskominfo Gresik Tetapkan Pemenang Sayembara Logo HUT 2026

5 March 2026
Bacaan Doa dan Keutamaan Puasa Ramadhan Hari Ke 16

Doa Ramadhan Hari ke-16: Waktunya Memohon Petunjuk dan Perlindungan dari Allah Ta’ala Menuju Kesempurnaan Puasa

14 March 2025

Artikel Terbaru

UGM dan BRIN Kembangkan Program Pangan Lokal untuk Cegah Stunting di Gunungkidul

UGM dan BRIN Kembangkan Program Pangan Lokal untuk Cegah Stunting di Gunungkidul

22 July 2026
Haddan Malik Baqmuhyibar Sabet Perak di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing Remaja Arco

Haddan Malik Baqmuhyibar Sabet Perak di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing Remaja Arco

22 July 2026
PBVSI Undang Warga Jakarta Dukung SEA V Cup 2026

PBVSI Undang Warga Jakarta Dukung SEA V Cup 2026

22 July 2026
Piala Dunia 2026 Catat Rekor Pendapatan Tertinggi Sepanjang Sejarah

Piala Dunia 2026 Catat Rekor Pendapatan Tertinggi Sepanjang Sejarah

22 July 2026
538 Desa di Wilayah 3T Akan Terhubung Jaringan 4G Berkat Lelang Frekuensi

538 Desa di Wilayah 3T Akan Terhubung Jaringan 4G Berkat Lelang Frekuensi

22 July 2026
Lelang Frekuensi Tuntas, Internet Lebih Cepat dan Terjangkau Segera Dinikmati

Lelang Frekuensi Tuntas, Internet Lebih Cepat dan Terjangkau Segera Dinikmati

22 July 2026
Kemkomdigi Selesaikan Lelang Frekuensi Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Kemkomdigi Selesaikan Lelang Frekuensi Terbesar dalam Sejarah Indonesia

22 July 2026

Popular Story

Pramuka Padang Panjang Kumpulkan Aspirasi Anggota untuk Tingkatkan Program Pembinaan
Pemerintah

Pramuka Padang Panjang Kumpulkan Aspirasi Anggota untuk Tingkatkan Program Pembinaan

by Fajar
17 July 2026
0

Headline.co.id, Padang Panjang ~ Gerakan Pramuka Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, mengadakan...

Read moreDetails

Persebaya vs PSIS Semarang 2-2, Ujian Kedalaman Skuad dan Keseimbangan Lini Green Force

Cuaca Besok Sabtu 18 Juli 2026: BMKG Ingatkan Hujan Lebat di 16 Wilayah

Bupati Kubu Raya Dorong ASN Bersatu dalam Pelayanan Publik

Pemkab Lumajang Ajukan Empat Jalur Evakuasi Semeru Melalui Program IJD

Fakta Pengunduran Diri Nanik S Deyang dari BGN dan Peran Barunya

Cuaca Besok Senin 20 Juli 2026: Hujan Diprediksi Guyur Medan, Jakarta, Bandung hingga Yogyakarta

BKSDA Yogyakarta Ajak Masyarakat Manfaatkan Tumbuhan dan Satwa Liar Secara Legal

Kemensos Raih Opini WTP, Mensos Dorong Perbaikan Tata Kelola

Tempat Wisata Anak di Jakarta Makin Beragam, Taman Gratis hingga Hotel Ramah Keluarga

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.