Headline.co.id, Jakarta ~ IHSG hari ini melanjutkan penguatan pada perdagangan sesi pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/7/2026). Hingga pukul 09.18 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan berada di level 6.229,20 atau naik 53,67 poin setara 0,87 persen dibandingkan penutupan Jumat di posisi 6.175,54. Penguatan berlangsung sejak pembukaan perdagangan dan ditopang kenaikan sejumlah saham sektor energi.
IHSG hari ini dibuka di level 6.197,48 atau menguat 21,95 poin setara 0,36 persen. Indeks kemudian bergerak naik hingga sempat menyentuh level tertinggi harian 6.249,26, sedangkan level terendah tercatat di posisi 6.191,04.
Pergerakan IHSG hari ini mencerminkan sentimen positif investor pada awal pekan, meskipun pasar saham regional masih bergerak bervariasi. Penguatan indeks juga sejalan dengan sinyal teknikal positif dan kenaikan saham-saham energi yang melampaui pertumbuhan indeks utama.
Pada menit-menit awal perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 6.196 hingga 6.212. Berdasarkan data perdagangan, sebanyak 674,94 juta saham telah diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp416,86 miliar melalui 86.452 kali transaksi.
Sebanyak 306 saham tercatat menguat, 114 saham melemah, dan 260 saham bergerak stagnan. Komposisi tersebut memperlihatkan jumlah saham yang berada di zona hijau masih lebih banyak dibandingkan saham yang mengalami koreksi.
IHSG Melanjutkan Penguatan dari Perdagangan Jumat
Kenaikan pada Senin pagi melanjutkan performa positif IHSG pada akhir pekan lalu. Pada Jumat (17/7/2026), indeks ditutup menguat 67,33 poin atau 1,10 persen ke posisi 6.175,54.
Sepanjang perdagangan Jumat, IHSG bergerak pada rentang 6.079,32 hingga 6.192,66. Total nilai transaksi mencapai Rp16,03 triliun dari 23,67 miliar saham yang berpindah tangan melalui sekitar 1,98 juta kali transaksi.
Pada penutupan tersebut, sebanyak 363 saham menguat, 274 saham melemah, dan 328 saham tidak mengalami perubahan harga. Secara mingguan, IHSG juga tercatat melonjak 4,24 persen secara point-to-point.
Penguatan indeks selama sepekan turut diikuti aktivitas beli investor asing. Nilai beli bersih atau net buy investor asing tercatat mencapai Rp442,05 miliar.
Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dengan level support di 6.113 dan resistance di 6.255. Secara teknikal, pergerakan indeks dinilai masih memperoleh dukungan dari sejumlah indikator.
Pola two white soldiers disebut terbentuk di atas garis moving average lima hari dan 20 hari atau MA5 serta MA20. Indikator moving average convergence divergence juga menunjukkan sinyal golden cross.
“Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG hari ini akan mengalami penguatan,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya, Senin (20/7/2026).
Saham Energi Menjadi Penopang IHSG
Penguatan indeks utama berjalan searah dengan kenaikan indeks sektor energi. Indeks IDX Energy berada di level 2.896,98 atau meningkat 39,71 poin setara 1,39 persen.
Persentase kenaikan tersebut lebih tinggi dibandingkan penguatan IHSG yang pada pukul 09.18 WIB tercatat sebesar 0,87 persen. Kondisi ini menunjukkan saham-saham energi menjadi salah satu penopang utama pasar pada perdagangan sesi pagi.
Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk atau ITMG menguat 1,78 persen ke level Rp24.275. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk atau AADI juga naik 1,43 persen menjadi Rp8.875.
PT Golden Energy Mines Tbk atau GEMS tercatat meningkat 1,15 persen ke posisi Rp6.625. Sementara itu, saham PT Raharja Energi Cepu Tbk atau RATU naik 1,91 persen menjadi Rp5.075.
Penguatan juga terjadi pada saham PT Baramulti Suksessarana Tbk atau BSSR yang bertambah 1,18 persen ke level Rp4.300. Saham PT Petrosea Tbk atau PTRO naik 1,23 persen menjadi Rp4.120.
Saham PT Paragon Karya Perkasa Tbk atau PKPK melonjak 2,82 persen ke level Rp3.650. PT ABM Investama Tbk atau ABMM menguat 1,20 persen menjadi Rp2.530, sedangkan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk atau ADRO naik 1,61 persen ke posisi Rp2.530.
Saham PT Bukit Asam Tbk atau PTBA juga bertambah 1,24 persen menjadi Rp2.440. Kenaikan tertinggi dalam kelompok saham energi yang disebutkan terjadi pada PT Golden Eagle Energy Tbk atau SMMT, yakni sebesar 4,19 persen ke level Rp1.865.
Tidak Semua Saham Energi Menguat
Meski sektor energi secara keseluruhan bergerak positif, tidak semua saham dalam sektor tersebut mencatatkan kenaikan. Sejumlah saham masih mengalami koreksi pada perdagangan pagi.
Saham PT Bayan Resources Tbk atau BYAN turun 0,83 persen ke posisi Rp11.900. PT Transcoal Pacific Tbk atau TCPI melemah 0,85 persen menjadi Rp5.850.
Saham PT Prima Andalan Mandiri Tbk atau MCOL terkoreksi 0,78 persen ke level Rp3.810. PT Indika Energy Tbk atau INDY juga turun 1,23 persen menjadi Rp2.400, sedangkan saham PT Super Energy Tbk atau SURE tidak berubah di level Rp2.780.
Selain saham energi, sejumlah emiten dari sektor lain masuk dalam daftar pencetak kenaikan tertinggi atau top gainers. Kenaikan saham-saham tersebut berkisar antara 5,60 persen hingga 16,42 persen.
PT Puri Global Sukses Tbk atau PURI memimpin penguatan setelah melonjak 16,42 persen ke level Rp156. PT First Media Tbk atau KBLV naik 13,87 persen menjadi Rp156, disusul PT Koka Indonesia Tbk atau KOKA yang menguat 9,17 persen ke posisi Rp238.
Saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk atau APEX meningkat 5,84 persen menjadi Rp145. Adapun saham PT Citatah Tbk atau CTTH naik 5,60 persen ke level Rp132.
Proyeksi Pergerakan IHSG
MNC Sekuritas menilai IHSG sedang berada pada bagian wave (c) dari wave [iv] dalam pola triangle. Berdasarkan struktur teknikal tersebut, indeks diperkirakan masih dapat melanjutkan penguatan dengan target terdekat di rentang 6.200 hingga 6.212.
Target tersebut telah terlampaui setelah IHSG bergerak ke level 6.229,20 pada pukul 09.18 WIB. Namun, investor tetap perlu mencermati potensi koreksi karena pergerakan indeks berlangsung dinamis sepanjang sesi perdagangan.
“Namun, cermati area koreksi terdekat yang diperkirakan berada di 6.088-6.122. IHSG akan bergerak dalam support 5.839-5.607 dan resistance 6.286-6.599,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Sentimen eksternal juga masih perlu diperhatikan. Bursa saham regional bergerak bervariasi pada awal perdagangan, salah satunya terlihat dari indeks Kospi Korea Selatan yang turun 1,01 persen.
Dari pasar valuta asing, rupiah juga dilaporkan bergerak menguat pada perdagangan Senin pagi. Mata uang sejumlah negara Asia Tenggara turut menunjukkan pergerakan beragam, dengan dolar Singapura dan ringgit Malaysia menguat, sementara baht Thailand melemah.
Pelaku pasar perlu terus memantau perkembangan sentimen global, pergerakan nilai tukar, aktivitas investor asing, serta perubahan harga saham berkapitalisasi besar. Data IHSG dan harga saham dalam artikel ini merupakan data perdagangan sesi pagi yang dapat berubah mengikuti mekanisme pasar di Bursa Efek Indonesia.















