Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) kembali menggalakkan budaya keselamatan pelayaran dengan memberikan 150 unit life jacket kepada nelayan di Muara Angke, Jakarta. Penyerahan ini merupakan bagian dari Kampanye Keselamatan Pelayaran yang diadakan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke.
Selain life jacket, Kemenhub juga mendistribusikan 2.216 Buku Pelaut Merah dan 6 e-Pas Kecil kepada nelayan serta masyarakat maritim setempat. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan sekaligus mendukung tertib administrasi pelayaran. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aspek keselamatan di Muara Angke, yang merupakan kawasan strategis dengan aktivitas pelayaran dan perikanan yang padat.
“Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan aktif dari semua pemangku kepentingan, mulai dari pemilik kapal, operator, nakhoda, awak kapal hingga nelayan,” ujar Masyhud dalam keterangan resminya yang diterima pada Sabtu (18/7/2026).
Dari total bantuan yang disalurkan, 50 unit life jacket merupakan kontribusi dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan perlindungan bagi masyarakat maritim. Masyhud mengimbau seluruh pelaku pelayaran untuk memastikan kapal dalam kondisi laik laut, melengkapi kapal dengan peralatan keselamatan, mematuhi kapasitas angkut, serta selalu memperhatikan informasi cuaca dan arahan syahbandar sebelum berlayar.
“Penggunaan life jacket adalah langkah sederhana namun sangat penting karena dapat menjadi penyelamat utama apabila terjadi keadaan darurat atau kecelakaan di laut,” tegasnya.
Pelaksana Tugas Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan kelanjutan dari Kampanye Keselamatan Pelayaran yang sebelumnya dilaksanakan di Pelabuhan Penumpang Kaliadem, Muara Angke, pada Desember 2025. Saat itu, Kemenhub telah menyalurkan 604 unit life jacket, 10 unit life buoy, 180 paket sembako, 2.791 Buku Pelaut Merah, dan 38 e-Pas Kecil kepada masyarakat maritim.
Triono menjelaskan bahwa kegiatan kampanye kali ini diikuti oleh 102 peserta yang berasal dari berbagai unsur, termasuk Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, asosiasi pelayaran, pemangku kepentingan maritim, perwakilan nelayan, hingga awak kapal wisata di wilayah DKI Jakarta. “Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan pelayaran dapat terwujud dengan baik,” ujarnya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) III, Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Metro Jaya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan Provinsi DKI Jakarta, perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), serta tokoh masyarakat dan perwakilan nelayan Muara Angke.
Program penguatan budaya keselamatan pelayaran ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pembangunan infrastruktur dan konektivitas nasional, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menghadirkan transportasi yang aman, andal, dan berkelanjutan demi mendukung kesejahteraan masyarakat.

















