Headline.co.id, Sleman ~ Pada Kamis (16/7/2026), Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) dari Kalurahan Sardonoharjo menyelenggarakan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) bagi ratusan siswa baru Madrasah Aliyah (MA) Sunan Pandanaran di Kabupaten Sleman. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi situasi darurat.
Ardan, bagian Kesiswaan MA Sunan Pandanaran, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terus berlanjut dengan Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo. Menurut Ardan, materi kebencanaan dan penanganan medis awal sangat penting untuk membentuk karakter disiplin serta membekali siswa dengan keterampilan hidup yang praktis dan aplikatif. “Materi kebencanaan dan penanganan medis awal sangat krusial untuk membentuk karakter disiplin sekaligus membekali siswa dengan kecakapan hidup praktis yang aplikatif,” ujar Ardan.
Kegiatan ini dimulai dengan pengondisian kedisiplinan, latihan baris-berbaris, dan simulasi penguatan kerja sama tim melalui berbagai permainan edukatif yang dipandu oleh personel Destana Sardonoharjo, Eka Sastra dan Didit Paryono. Pada sesi inti, instruktur Destana Ifiane Nurul Handayani dan Realino Wisnu memberikan paparan teori P3K yang dikombinasikan dengan praktik langsung.
Para peserta diajarkan teknik penanganan awal terhadap korban sebelum mendapatkan bantuan dari tenaga medis. Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan fasilitas operasional armada ambulans beserta fungsi peralatan kegawatdaruratan yang ada di dalamnya.
Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk nyata pelayanan kalurahan dalam meningkatkan kapasitas keselamatan publik sejak usia dini. Melalui pembekalan ini, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang berani, responsif, dan memiliki kepedulian tinggi untuk membantu sesama saat terjadi musibah maupun bencana alam. (KIM DSN/Sastra)



















