Highlight Berita Kemarau Meluas, BMKG Peringatkan Hujan Sedang dan Angin Kencang hingga 23 Juli 2026:
Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai hujan berintensitas sedang dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada 17–23 Juli 2026. Peringatan tersebut disampaikan meskipun musim kemarau telah meluas hingga 423 zona musim atau sekitar 60,5 persen wilayah Indonesia. Potensi cuaca signifikan masih dapat terjadi karena aktivitas Madden-Julian Oscillation, gelombang Kelvin, gelombang Rossby Ekuatorial, belokan angin, serta konvergensi. Fenomena tersebut dapat mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah di tengah kondisi kering yang semakin dominan.
Berdasarkan pemantauan BMKG, sekitar 72 persen wilayah Indonesia saat ini mengalami curah hujan berintensitas rendah. Sekitar 26 persen wilayah masih mengalami curah hujan sedang, sedangkan hujan lebat hingga sangat lebat hanya terjadi di sebagian kecil wilayah.
Perkembangan tersebut sejalan dengan musim kemarau yang telah berlangsung di sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sumatera bagian selatan. Kondisi serupa juga terjadi di beberapa wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Kendati demikian, BMKG mencatat hujan sedang hingga lebat masih terjadi pada 13–14 Juli 2026. Curah hujan tertinggi tercatat di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dengan intensitas 75 milimeter per hari.
Hujan juga tercatat di Kota Padang, Sumatera Barat, sebesar 55,5 milimeter per hari, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, 44 milimeter per hari, serta Kota Medan, Sumatera Utara, 21 milimeter per hari.
BMKG menjelaskan, hujan tersebut dipengaruhi aktivitas spasial Madden-Julian Oscillation dan gelombang Kelvin yang aktif melintasi sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Potensi Hujan Sedang pada 17–19 Juli 2026
Dalam prakiraan cuaca periode 17–19 Juli 2026, kondisi cuaca di Indonesia secara umum diperkirakan cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, hujan berintensitas sedang masih berpeluang terjadi di sejumlah provinsi.
Wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan sedang meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.
Potensi serupa diprakirakan terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Pegunungan, serta Papua.
Selain hujan, BMKG memperingatkan adanya potensi angin kencang di Gorontalo, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur.
Angin kencang juga berpeluang terjadi di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Papua Barat.
Potensi hujan tersebut didukung aktivitas Madden-Julian Oscillation yang diprakirakan aktif di Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Sementara itu, gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, serta Samudra Pasifik di utara Papua.
Kondisi tersebut diperkuat oleh potensi pembentukan belokan angin dan daerah konvergensi. Suhu muka laut yang relatif hangat juga mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
Daftar Wilayah Waspada pada 20–23 Juli 2026
Pada periode 20–23 Juli 2026, cuaca Indonesia masih diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Meski demikian, peningkatan hujan berintensitas sedang tetap perlu diwaspadai.
Potensi hujan sedang diprakirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, dan Jawa Timur.
Wilayah lainnya meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Hujan sedang juga berpeluang terjadi di Papua Barat, Papua Pegunungan, dan Papua. Sementara itu, angin kencang diprakirakan dapat terjadi di Banten dan Jawa Barat.
Dalam sepekan ke depan, curah hujan rendah diprediksi semakin meluas pada dasarian ketiga Juli. Kondisi tersebut diprakirakan mencakup sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua.
Dalam bahan prakiraannya, BMKG menyebut kondisi iklim global cenderung mengurangi peluang pembentukan awan hujan di Indonesia. Kondisi iklim tersebut juga diprediksi berkembang menuju El Niño kuat pada 2026.
Imbauan Menghadapi Musim Kemarau
BMKG meminta masyarakat tidak hanya memperhatikan potensi hujan dan angin kencang, tetapi juga mengantisipasi dampak cuaca kering selama musim kemarau. Penggunaan air secara hemat diperlukan karena curah hujan rendah semakin mendominasi berbagai wilayah.
“BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu terhidrasi dengan baik, melakukan penghematan dalam penggunaan air, dan menggunakan pelindung saat berada di luar ruangan seperti topi, payung, ataupun memakai sunscreen,” kata presenter informasi cuaca BMKG, Zen Putri.
Masyarakat juga disarankan terus mengikuti perkembangan prakiraan cuaca sebelum melakukan kegiatan di luar ruangan. Kewaspadaan tetap diperlukan karena gangguan atmosfer dapat memicu hujan dan angin kencang secara lokal, meskipun musim kemarau telah meluas di sebagian besar wilayah Indonesia.




















