Headline.co.id, Jakarta ~ Kyohei Yoshino menjadi pilihan Persija Jakarta untuk memperkuat lini tengah menghadapi musim kompetisi 2026/2027. Gelandang asal Jepang berusia 31 tahun tersebut direkrut dari Cerezo Osaka dan mendapatkan kontrak berdurasi dua musim. Persija mendatangkannya karena memiliki pengalaman panjang, disiplin bermain, serta kemampuan menjalankan beberapa peran di lapangan.
Kyohei Yoshino dikenal sebagai gelandang pekerja keras yang memiliki daya jelajah tinggi dan disiplin menjaga posisi. Karakter tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan Persija yang tengah membangun tim kuat, kompetitif, dan seimbang. Selain beroperasi sebagai gelandang tengah, ia dapat dimainkan sebagai gelandang bertahan maupun bek tengah.
Kehadiran Kyohei Yoshino diharapkan mampu memberikan stabilitas dalam permainan Persija. Pengalamannya bermain di kompetisi Jepang dan Korea Selatan menjadi modal penting untuk membantu Macan Kemayoran menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang sepanjang musim.
Yoshino menyatakan bangga memperoleh kesempatan melanjutkan karier di Indonesia bersama Persija. Ia juga telah mengetahui besarnya dukungan yang diberikan suporter kepada klub ibu kota tersebut.
“Saya sangat senang dan bangga bisa bergabung dengan Persija. Saya mengetahui bahwa Persija adalah klub besar dengan suporter yang sangat luar biasa,” ujar Yoshino dalam keterangan resminya.
Pemain kelahiran Sendai, Prefektur Miyagi, pada 8 November 1994 itu berjanji memberikan kemampuan terbaik dalam setiap kesempatan yang diberikan.
“Saya siap bekerja keras, memberikan kemampuan terbaik dalam setiap latihan dan pertandingan, serta membantu tim mencapai target pada musim ini,” katanya.
Karakter Permainan yang Dibutuhkan Persija
Persija tidak hanya mempertimbangkan nama besar atau catatan gol ketika merekrut Yoshino. Karakter kerja keras, kedisiplinan, mentalitas, dan fleksibilitas permainan menjadi aspek utama yang membuatnya dipilih untuk memperkuat skuad.
Presiden Persija, Mohamad Prapanca, mengatakan Yoshino memiliki profil yang sesuai dengan kebutuhan tim. Pengalaman panjang sang pemain di level tertinggi sepak bola Asia juga dinilai dapat memberikan pengaruh positif.
“Kyohei merupakan gelandang berpengalaman dengan karakter pekerja keras, disiplin, dan memiliki mentalitas yang kami butuhkan,” kata Prapanca.
Sebagai gelandang, Yoshino memiliki peran penting dalam membantu menjaga struktur permainan. Ia dapat turun lebih dalam untuk membantu pertahanan, menutup ruang gerak lawan, serta mengalirkan bola menuju lini serang.
Karakter permainannya tidak hanya dinilai dari kontribusi dalam mencetak gol atau assist. Kelebihan Yoshino terletak pada kemampuannya membaca permainan, menjaga posisi, membantu transisi, dan menjalankan instruksi taktik secara disiplin.
Fleksibel di Tiga Posisi
Posisi utama Yoshino adalah gelandang tengah. Namun, sepanjang perjalanan kariernya, ia juga kerap dimainkan sebagai gelandang bertahan dan bek tengah.
Kemampuan tersebut membuat Persija memiliki lebih banyak pilihan ketika menyusun strategi. Yoshino dapat digunakan sebagai penghubung antarlini, pemain pelindung di depan pertahanan, maupun alternatif di sektor belakang.
Fleksibilitas menjadi aset penting bagi sebuah tim yang menghadapi kompetisi panjang. Perubahan strategi, kondisi pemain, serta kebutuhan dalam pertandingan dapat membuat seorang pesepak bola harus menjalankan peran yang berbeda.
Dengan tinggi badan 182 sentimeter, Yoshino juga memiliki modal untuk menghadapi duel fisik dan perebutan bola udara. Kemampuan itu dapat membantu Persija ketika menghadapi lawan yang mengandalkan permainan langsung atau situasi bola mati.
Mengawali Karier dari Tokyo Verdy
Yoshino memulai perjalanan sepak bolanya melalui akademi Tokyo Verdy, klub yang dikenal memiliki sistem pembinaan pemain muda di Jepang. Ia kemudian menjalani debut profesional bersama klub tersebut.
Pada 2014, Yoshino direkrut Sanfrecce Hiroshima. Untuk mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak, ia sempat dipinjamkan kembali ke Tokyo Verdy serta memperkuat Kyoto Sanga dengan status pinjaman.
Perjalanan kariernya kemudian berlanjut bersama Vegalta Sendai dan Yokohama FC. Pengalaman di sejumlah klub tersebut membentuk Yoshino menjadi pemain yang terbiasa menghadapi persaingan di kompetisi Jepang.
Salah satu pencapaian penting dalam kariernya adalah ketika menjadi bagian dari Sanfrecce Hiroshima yang menjuarai Liga Jepang pada 2015.
Membawa Pengalaman dari Korea Selatan
Setelah lama berkarier di Jepang, Yoshino mencoba tantangan baru bersama Daegu FC di Korea Selatan pada periode 2024 hingga 2025. Ia mencatatkan 46 penampilan dengan kontribusi tujuh gol dan tiga assist.
Catatan tersebut memperlihatkan kemampuannya beradaptasi di luar Jepang. Kompetisi Korea Selatan yang menuntut kekuatan fisik, intensitas, serta kedisiplinan memberikan pengalaman berbeda dalam perjalanan kariernya.
Yoshino kemudian kembali ke Jepang dan bergabung dengan Cerezo Osaka pada Juni 2025. Bersama klub tersebut, ia membukukan 18 penampilan di semua kompetisi, mencatatkan satu assist, menerima dua kartu kuning, dan mengoleksi total 701 menit bermain.
Pada J1 Special Season, Yoshino tampil dalam empat pertandingan dengan waktu bermain sekitar 150 menit. Meski menit bermainnya tidak terlalu banyak, pengalaman serta kemampuan mengisi beberapa posisi tetap membuatnya menarik bagi Persija.
“Pengalamannya bermain di kompetisi tertinggi Jepang dan Korea Selatan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi tim, tidak hanya dalam permainan namun juga di ruang ganti,” ujar Prapanca.
Rekam Jejak di J1 League dan J2 League
Sepanjang karier profesionalnya, Yoshino telah mencatatkan sekitar 300 penampilan resmi di berbagai kompetisi. Ia memiliki 114 penampilan di J1 League dengan torehan tiga gol.
Di J2 League, Yoshino tampil sebanyak 93 kali dengan catatan empat gol dan satu assist. Rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa ia memiliki pengalaman menghadapi beragam karakter permainan dan tekanan kompetisi.
Yoshino bukan tipe pemain yang secara khusus direkrut untuk menjadi pencetak gol utama. Perannya lebih diarahkan untuk menjaga keseimbangan permainan, membantu pertahanan, dan memastikan struktur tim tetap terorganisasi.
Pengalaman panjang itu diharapkan dapat membantu pemain lain di dalam skuad. Persija juga menilai kehadiran Yoshino dapat memberikan dampak dalam membangun mentalitas profesional di ruang ganti.
Pernah Masuk Tim Nasional Jepang Kelompok Umur
Selain berkarier di level klub, Yoshino pernah memperkuat tim nasional Jepang kelompok umur. Ia tercatat bermain untuk Jepang mulai dari kelompok U-16 hingga U-23.
Yoshino memiliki dua penampilan bersama Jepang U-18 dan U-21 serta satu laga bersama Jepang U-22. Meskipun belum pernah memperkuat tim nasional senior, ia pernah menjadi bagian dari sistem pembinaan pemain muda Jepang.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa Yoshino telah mengenal standar permainan yang menekankan teknik, kedisiplinan taktik, serta konsistensi sejak usia muda.
Dituntut Segera Beradaptasi
Tantangan pertama Yoshino bersama Persija adalah beradaptasi dengan lingkungan baru, karakter kompetisi Indonesia, serta pola permainan tim. Adaptasi yang cepat akan menentukan seberapa besar kontribusinya sejak awal musim.
Prapanca berharap Yoshino dapat segera menyatu dengan pemain lain dan menjalankan peran sesuai kebutuhan tim.
“Persija terus berupaya membangun tim yang kuat, kompetitif, dan seimbang untuk menghadapi persaingan musim depan. Kami berharap Kyohei dapat segera beradaptasi, menyatu dengan tim, dan memberikan kontribusi terbaik selama dua musim bersama Persija,” tuturnya.
Selama dua musim bersama Macan Kemayoran, Yoshino akan membawa pengalaman dari Jepang dan Korea Selatan. Persija berharap karakter pekerja keras, disiplin, dan kemampuannya bermain di beberapa posisi dapat memperkuat keseimbangan tim serta membantu klub mencapai target pada musim 2026/2027.





















