Headline.co.id, Jakarta ~ Optimisme bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menembus level 9.000 dalam beberapa tahun ke depan mendapat dukungan dari para ekonom. Fakhrul Fulvian, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, menyatakan bahwa target tersebut realistis dicapai dalam dua hingga tiga tahun mendatang, asalkan pemerintah konsisten dalam melakukan reformasi ekonomi dan memperkuat fondasi pasar modal. Pernyataan ini merespons keyakinan Wakil Presiden Komisaris PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, Boy Thohir, dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, yang melihat potensi pertumbuhan pasar saham Indonesia.
Fakhrul menegaskan bahwa prospek positif pasar modal Indonesia lebih bergantung pada kekuatan fundamental ekonomi nasional daripada sekadar sentimen jangka pendek. Ia mengidentifikasi tiga prasyarat utama yang perlu dipenuhi untuk mendorong pertumbuhan pasar modal. Pertama, pemerintah harus memperkuat kebijakan yang mendukung dunia usaha dengan meningkatkan kepastian hukum, kemudahan investasi, dan menciptakan iklim bisnis yang kondusif. “Dunia usaha adalah penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Fakhrul.
Pentingnya Tata Kelola dan Transparansi
Prasyarat kedua adalah memperkuat kredibilitas sektor keuangan melalui peningkatan transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik. Fakhrul menekankan bahwa perbaikan tata kelola penting untuk menarik minat investor domestik dan asing. “Perbaikan tata kelola menjadi faktor penting untuk menarik kembali minat investor,” katanya. Selain itu, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter harus dijaga untuk memastikan stabilitas makroekonomi.
Transformasi Struktural Ekonomi
Prasyarat ketiga adalah memastikan transformasi struktural ekonomi terus berjalan. Ini termasuk hilirisasi industri, percepatan industrialisasi, peningkatan produktivitas nasional, dan penguatan kualitas sumber daya manusia. Fakhrul menilai bahwa agenda-agenda ini merupakan investasi jangka panjang yang akan meningkatkan daya saing Indonesia dan memperkuat prospek pertumbuhan laba perusahaan.
Fakhrul juga menekankan pentingnya komunikasi kebijakan yang efektif kepada pelaku pasar agar arah reformasi ekonomi dapat dipahami dengan baik oleh investor. Menurutnya, pencapaian IHSG di atas level 9.000 tidak hanya mencerminkan kenaikan indeks saham, tetapi juga menjadi indikator keberhasilan pembangunan ekonomi nasional secara menyeluruh. “Pencapaian IHSG di atas level 9.000 menjadi indikator keberhasilan pembangunan ekonomi nasional,” ujarnya.





















