Headline.co.id, Surabaya ~ Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mengajak seluruh KONI provinsi, kabupaten/kota, serta pengurus cabang olahraga di Indonesia untuk menerapkan konsep sport intelligence dalam pembinaan atlet. Ajakan ini disampaikan oleh Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, pada peluncuran buku Sport Intelligence yang digagas oleh KONI Pusat, Rabu (8/7/2026). Pendekatan berbasis data ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi olahraga di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut Nabil, kehadiran buku Sport Intelligence menjadi momentum penting untuk mempercepat transformasi sistem pembinaan olahraga Indonesia menuju pendekatan yang lebih modern dan berbasis data. “Pembinaan olahraga saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan program latihan dan pengalaman pelatih. Diperlukan dukungan analisis data untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kemampuan atlet, perkembangan performa, hingga kekuatan dan kelemahan calon lawan,” ujar Nabil dalam keterangan tertulisnya.
Penerapan Sport Intelligence
Nabil menjelaskan bahwa sport intelligence bukan sekadar pemanfaatan teknologi, tetapi merupakan sistem yang mencakup metodologi pembinaan, pengumpulan dan pengelolaan data, analisis performa, hingga penyusunan kebijakan olahraga. Dengan penerapan sport intelligence, pelatih dan pengurus cabang olahraga dapat menyusun program latihan yang lebih terukur, melakukan evaluasi secara objektif, serta menentukan strategi pertandingan berdasarkan data yang akurat.
Nilai Sportivitas Tetap Dijaga
Nabil juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai sportivitas dalam pemanfaatan data olahraga. Prestasi atlet harus diperoleh melalui proses pembinaan yang benar, latihan yang disiplin, serta kompetisi yang berlangsung sesuai aturan dan etika olahraga. “Pemanfaatan data dalam olahraga harus seiring dengan penerapan nilai-nilai sportivitas,” katanya.
Harapan untuk Masa Depan
Peluncuran buku Sport Intelligence diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan olahraga prestasi di Indonesia. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, sistem pembinaan berbasis data diyakini akan memperkuat daya saing atlet Indonesia sekaligus mendorong lahirnya prestasi yang lebih konsisten di berbagai ajang internasional. Nabil menegaskan bahwa semakin cepat konsep sport intelligence diterapkan, semakin besar peluang daerah melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional.















