Headline.co.id, Sleman ~ Tim Penggerak PKK RW 50 dan RW 51 Babadan Baru, Sleman, berkomitmen memperkuat edukasi pencegahan stunting dengan melibatkan keluarga dan masyarakat. Kegiatan ini berlangsung dalam pertemuan lintas sektor di Balai RW Babadan Baru, Padukuhan Kentungan, Kalurahan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Senin (6/7/2026). Pramudya Ujiana, perwakilan tenaga medis Puskesmas Depok II, menekankan pentingnya peran aktif semua pihak dalam mencegah stunting.
Pramudya menjelaskan bahwa ada lima pilar utama yang harus dipantau untuk mencegah gangguan pertumbuhan kronis pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pilar tersebut meliputi kecukupan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, asupan MPASI bergizi seimbang, kedisiplinan menimbang balita di posyandu, serta pemenuhan imunisasi dasar lengkap yang didukung oleh Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Langkah penguatan edukasi ini diambil untuk mempertahankan status Babadan Baru sebagai posyandu unggulan daerah. Ketua PKK RW 51 Babadan Baru, Novita Savitri, mengapresiasi dukungan pemerintah kelurahan dalam memfasilitasi operasional kader di lapangan. “Komitmen kader yang konsisten menjadi faktor penentu keberhasilan Tim Pembina Posyandu Kalurahan Condongcatur,” ujar Novita.
Peran Kader Posyandu
Carik Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari, menegaskan pentingnya pengawalan tumbuh kembang anak agar capaian nihil stunting di wilayahnya tetap terjaga. Kader posyandu didorong untuk terus menjadi agen perubahan yang aktif bergerak dari rumah ke rumah demi mencetak generasi muda Sleman yang cerdas dan berdaya saing tinggi.
Dukungan Pemerintah
Plt Lurah Condongcatur, Budi Arto, memberikan apresiasi tinggi atas kerja sama kolektif di tingkat rukun warga. “Rantai prestasi ini merupakan manifestasi nyata dari kerja sama kolektif,” tegas Budi Arto. Dukungan penuh dari pemerintah kelurahan diharapkan dapat terus memfasilitasi kegiatan kader dalam upaya pencegahan stunting.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Babadan Baru dapat terus menjadi contoh dalam pencegahan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak di wilayah Sleman.















