Headline.co.id, Jakarta ~ Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menunjukkan perkembangan signifikan dengan mencapai cakupan kepesertaan sebesar 282,7 juta jiwa hingga akhir 2025. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dalam Public Expose Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan 2025 di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Peningkatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam Asta Cita Presiden dan prioritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menyediakan layanan kesehatan yang adil dan merata.
BPJS Kesehatan terus memperkuat jaringan pelayanan di seluruh Indonesia untuk memastikan layanan JKN dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Saat ini, BPJS Kesehatan didukung oleh satu kantor pusat, 12 kantor kedeputian wilayah, 126 kantor cabang, dan 387 kantor kabupaten/kota yang tersebar di 513 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia. Selain itu, BPJS Kesehatan juga mengembangkan inovasi layanan jemput bola seperti BPJS Keliling yang telah melayani 698.227 transaksi di 30.317 titik layanan sepanjang 2025.
Transformasi Digital dan Inovasi Layanan
Prihati menegaskan bahwa transformasi digital menjadi fokus utama BPJS Kesehatan. Aplikasi Mobile JKN telah digunakan oleh 64 juta pengguna dengan total 81,95 juta transaksi sepanjang tahun. Layanan administrasi melalui PANDAWA (WhatsApp 08118 165165) melayani 36,1 juta transaksi, sementara Care Center 165 menangani 2,2 juta layanan informasi dan pengaduan. Selain itu, VIOLA menyediakan layanan administrasi dan konsultasi melalui video conference.
Kemudahan Pembayaran dan Program REHAB
Untuk memudahkan peserta dalam memenuhi kewajiban pembayaran iuran, BPJS Kesehatan kini didukung oleh 955.470 kanal pembayaran yang mencakup perbankan BUMN dan swasta, platform e-commerce, hingga jaringan ritel modern dan tradisional. BPJS Kesehatan juga menyempurnakan Program REHAB (Rencana Pembayaran Bertahap) bagi peserta yang memiliki tunggakan iuran. Program ini memungkinkan peserta mencicil tunggakan secara harian atau mingguan, dan telah diikuti oleh sekitar 1,2 juta peserta hingga akhir 2025.
Dengan berbagai upaya ini, BPJS Kesehatan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan aksesibilitas bagi seluruh masyarakat Indonesia, sejalan dengan tujuan Universal Health Coverage (UHC) yang dicanangkan pemerintah.





















