Pemkab Cirebon Meninta Warga Laksanakan Salat Idul Fitri di Rumah

  • Whatsapp
Ilustrasi Shalat Idul Fitri. (alray.ps)
Ilustrasi Shalat Idul Fitri. (alray.ps)

HeadLine.co.id (Cirebon) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon meminta warganya untuk melaksanakan salat Idul Fitri (Id) di rumah serta meniadakan pelaksanaan tradisi takbir keliling. Hal itu disampaikan oleh Bupati Cirebon, Imron Rosyadi yang menilai kerumunan massa berpotensi tinggi menyebarkan virus Corona.

Baca juga: Jumlah Kasus Positif di Jatim Melonjak Hingga 502 Pasien

Read More

“Jadi, salat Id tahun ini dilaksanakan berjemaah dengan keluarga di rumah masing-masing. Untuk berjemaah di masjid ditiadakan,” ucapnya pada Jumat (22/5/2020).

Ia juga menjelaskan terkait tata cara pelaksanaan salat Id di rumah. Menurutnya, salat Id di rumah bisa dilaksanakan dengan atau tanpa khutbah. Keputusan tersebut berdasarkan Fatwa MUI tentang panduan pelaksanaan salat Id di masa pandemi COVID-19 dan surat edaran Kemenag.

Baca juga: Kemenag Gandeng Google Sediakan Akses E-Learning untuk Jutaan Siswa Madrasah

“Ini hasil rapat bersama dengan Forkompimda Kabupaten Cirebon, MUI, FKUB, DMI dan Kemenag Kabupaten Cirebon. Pertimbangannya karena Cirebon masih berada pada level empat atau zona merah penyebaran COVID-19,” kata Imron.

Meskipun tidak ada takbir keliling, namun Imron memastikan seruan takbir tetap dilaksanakan melalui masjid-masjid dengan mengikuti protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Baca juga: Kemenkes Sarankan Masyarakat Manfaatkan Obat Tradisional untuk Pencegahan Penyakit di Masa Pandemi Covid-19

“Takbir bisa dilakukan di masjid. Itu pun hanya satu atau dua orang. Masyarakat bisa bertakbir di rumah masing-masing,” kata Imron.

Meskipun Imron mengimbau masyarakat untuk salat Id dirumah, namun ia mengaku tidak akan memberikan sanksi khusus bagi warga yang tetap melaksanakan salat Id di musala, masjid, maupun lapangan. Sebab, kebijakan tersebut bersifat imbauan dan bukan larangan.

Baca juga: Panduan Lengkap Tata Cara Shalat Idul Fitri 1441 H Dirumah Saat Pandemi Covid-19!

“Tidak ada tindakan (sanksi), hanya imbauan untuk tidak salat Id berjemaah, lebih baik di rumah. Tapi, untuk pelaksanaan ibadah berjemaah yang melibatkan lebih dari 10 orang harus mengikuti protokol pencegahan penyebaran COVID-19,” ujarnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *