Headline.co.id, Sleman ~ Polsek Kalasan menangani peristiwa seorang warga yang ditemukan meninggal dunia di Dusun Kedulan, Kalurahan Tirtomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Minggu (21/6/2026) malam. Korban berinisial NBL (30), seorang karyawan swasta dan warga setempat, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di rumahnya sekitar pukul 19.00 WIB. Kepolisian bersama tim medis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal untuk memastikan penyebab kematian. Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
Kasi Humas Polresta Sleman IPTU Argo Anggoro, S.H., menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh suami korban, RV (33), setelah pulang ke rumah usai menjemput anaknya sekitar pukul 18.00 WIB.
“Sesampainya di rumah, saksi mencoba memanggil korban namun tidak mendapatkan respons. Setelah dilakukan pencarian di dalam rumah, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ujar IPTU Argo Anggoro kepada Headline.co.id Senin (22/06/2026).
Mengetahui kejadian tersebut, suami korban segera meminta pertolongan warga sekitar. Salah seorang warga yang datang ke lokasi kemudian membantu proses evakuasi sebelum peristiwa itu dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Menerima laporan dari masyarakat, petugas Polsek Kalasan segera mendatangi lokasi bersama Tim Medis RS Bhayangkara untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada kematian akibat jeratan di bagian leher. Namun demikian, petugas tidak menemukan adanya indikasi kekerasan maupun penganiayaan fisik pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada korban. Untuk kepentingan identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut, jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara,” kata IPTU Argo.
Kepolisian masih melakukan pendalaman dan penanganan sesuai prosedur guna melengkapi proses penyelidikan.
Pada kesempatan tersebut, kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.
IPTU Argo menegaskan pentingnya menjaga komunikasi, silaturahmi, dan kepekaan sosial guna mendeteksi lebih dini apabila terdapat kerabat atau tetangga yang mengalami tekanan psikologis maupun perubahan perilaku yang signifikan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mempererat komunikasi dalam keluarga dan lingkungan sekitar. Jika ada anggota keluarga atau kerabat yang menghadapi permasalahan hidup, sebaiknya mencari solusi melalui musyawarah keluarga, konsultasi psikologis, tokoh agama, maupun melapor ke kantor polisi terdekat agar dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Kepolisian berharap langkah preventif tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh dukungan yang diperlukan saat menghadapi berbagai persoalan kehidupan serta mencegah terjadinya peristiwa serupa di kemudian hari.
Informasi diatas tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.




















