Headline.co.id, Lombok Tengah ~ Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, melakukan peninjauan terhadap sejumlah calon venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (21/6/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan fasilitas olahraga yang akan digunakan dalam penyelenggaraan PON XXII/2028 yang akan digelar bersama oleh Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam kunjungan tersebut, Marciano didampingi oleh beberapa pejabat penting, termasuk Kepala Bidang Media dan Humas KONI Pusat Tirto Prima Putra, Kepala Bidang Litbang KONI Pusat Erizal Caniago, Ketua KONI NTB Mori Hanafi, Ketua Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah (PBM) Triwatty Marciano, Ketua PBM NTB Samsudin, serta Sekretaris Daerah Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya. Sebelum meninjau venue di Lombok Tengah, rombongan juga mengunjungi beberapa lokasi di Kabupaten Lombok Barat yang berpotensi mendukung kebutuhan akomodasi selama penyelenggaraan PON.
Lapangan Pacu Kuda Sasake untuk Berkuda Memanah
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Lapangan Pacu Kuda Sasake Praya. Venue ini dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi arena pertandingan cabang olahraga Berkuda Memanah pada PON XXII/2028. Marciano menekankan pentingnya pengembangan olahraga berbasis budaya lokal yang telah mengakar kuat di masyarakat Lombok. “Masyarakat di sini memiliki tradisi kuda pacu. Oleh karena itu, potensi ini harus dikembangkan agar melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus meningkatkan kualitas kuda lokal,” ujarnya.
Sirkuit Mandalika untuk Olahraga Bermotor
Peninjauan dilanjutkan ke Sirkuit Mandalika, yang dikenal sebagai sirkuit balap berstandar internasional. Dari Bukit 360, Marciano menyaksikan langsung pelaksanaan Kejuaraan Nasional Mandalika Racing Series (MRS) kelas 250 cc. Menurutnya, Sirkuit Mandalika adalah aset penting yang harus dimanfaatkan untuk pembinaan atlet nasional dan menjadi venue cabang olahraga bermotor pada PON XXII/2028. “Ini adalah venue yang membanggakan bagi Indonesia karena telah mendapat pengakuan internasional,” kata Marciano.
Dukungan untuk Sport Tourism
Lokasi berikutnya yang ditinjau adalah kawasan Lantis Resto & Bar yang berpotensi untuk penyelenggaraan olahraga selancar ombak serta voli pasir. Marciano menyatakan bahwa sejumlah venue yang dikunjungi telah memenuhi standar internasional. “Mandalika, Lancing, dan Lantis sangat memenuhi syarat untuk menjadi venue PON,” ujarnya. Selain kesiapan fasilitas olahraga, keindahan alam NTB juga dinilai sebagai nilai tambah yang dapat mendukung kesuksesan penyelenggaraan PON XXII/2028.
Marciano menambahkan bahwa penyelenggaraan PON XXII tidak hanya bertujuan meningkatkan prestasi olahraga nasional, tetapi juga menjadi momentum untuk mengoptimalkan pengembangan sport tourism di Nusa Tenggara Barat. Dengan dukungan venue berstandar internasional dan potensi wisata yang dimiliki daerah, NTB diharapkan mampu menghadirkan pengalaman kompetisi olahraga yang berkualitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah selama pelaksanaan PON XXII/2028.






















