Headline.co.id, Jakarta ~ Cuaca Surabaya pada Senin (22/6/2026) diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga sore hari dengan potensi hujan ringan pada pagi hari. Berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara di Kota Surabaya berkisar antara 25 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang relatif tinggi. Kondisi tersebut membuat cuaca terasa hangat pada siang hari dan lebih sejuk saat malam hari. Masyarakat diimbau tetap memperhatikan perkembangan cuaca, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Data prakiraan menunjukkan kondisi atmosfer di Surabaya relatif stabil dengan langit yang didominasi cuaca cerah. Namun pada dini hari hingga pagi, terdapat potensi hujan ringan disertai petir terisolasi sebelum cuaca berangsur membaik.
Paparan sinar matahari diperkirakan mulai terasa intens sejak pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 14.00 WIB. Pada periode tersebut, suhu udara mencapai puncaknya di kisaran 31 hingga 32 derajat Celsius.
Prakiraan Cuaca Surabaya Menurut BMKG
BMKG memprakirakan cuaca pada dini hari hingga pagi sekitar pukul 04.00–09.00 WIB didominasi kondisi berawan dengan peluang hujan ringan dan petir terisolasi. Suhu udara pada rentang waktu tersebut berkisar antara 26 hingga 30 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 76 hingga 93 persen.
Memasuki pukul 10.00 WIB, langit Surabaya diprediksi mulai cerah dan bertahan hingga sore hari. Kondisi ini dinilai cukup mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan kerja, kegiatan usaha, hingga aktivitas luar ruangan.
Kecepatan angin sepanjang hari diperkirakan berada pada kisaran 11 hingga 19 kilometer per jam. Dengan kondisi tersebut, cuaca siang hari diperkirakan terasa cukup terik, terutama pada periode antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.
Suhu Udara Surabaya Capai 32 Derajat Celsius
Berdasarkan data prakiraan cuaca, suhu udara Surabaya hari ini berada pada rentang 25 hingga 32 derajat Celsius. Sementara itu, tingkat kelembapan berkisar antara 63 hingga 90 persen.
Kombinasi suhu hangat dan kelembapan tinggi merupakan karakteristik cuaca tropis yang umum terjadi di wilayah pesisir seperti Surabaya. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh lebih cepat berkeringat meskipun aktivitas yang dilakukan tidak terlalu berat.
Masyarakat disarankan menjaga kebutuhan cairan tubuh selama beraktivitas. Selain itu, penggunaan pelindung seperti topi, kacamata hitam, atau tabir surya dapat membantu mengurangi dampak paparan sinar matahari langsung saat berada di luar ruangan.
Fenomena Bediding Mulai Terasa pada Malam Hari
Menjelang malam hingga dini hari Selasa (23/6/2026), suhu udara diperkirakan kembali turun ke kisaran 26 hingga 29 derajat Celsius. Kondisi ini membuat suasana malam terasa lebih sejuk dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
BMKG menjelaskan kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena bediding yang mulai terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya. Bediding merupakan fenomena khas musim kemarau ketika suhu udara pada malam hingga dini hari terasa lebih dingin dari biasanya.
Fenomena ini terjadi karena lapisan awan yang cenderung tipis sehingga panas dari permukaan bumi lebih cepat dilepaskan ke atmosfer pada malam hari. Selain itu, pengaruh angin monsun Australia yang membawa massa udara kering dan lebih dingin turut berkontribusi terhadap penurunan suhu udara.
Aktivitas Warga Tetap Kondusif
Cuaca Surabaya yang didominasi kondisi cerah diperkirakan mendukung berbagai aktivitas masyarakat sepanjang hari. Aktivitas olahraga pagi, mobilitas kerja, perjalanan dalam kota, hingga kegiatan wisata dapat berlangsung tanpa gangguan cuaca yang signifikan.
Meski demikian, warga tetap diimbau mewaspadai potensi hujan ringan pada pagi hari serta menjaga kondisi tubuh saat suhu udara meningkat pada siang hari. BMKG juga mengingatkan bahwa prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer sehingga masyarakat perlu memantau informasi cuaca terbaru secara berkala.




















