Headline.co.id, Jakarta ~ Di tengah derasnya arus informasi dan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, pendidikan tetap menjadi kunci utama untuk membuka masa depan yang lebih baik. Pesan ini disampaikan dalam Kelas Cinta Tanpa Nikah Dini (CTND) Seri III yang bertema “Unlock Your Future”, diselenggarakan oleh Direktorat Bina Ketahanan Remaja Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) secara daring dari Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Kelas ini bertujuan untuk mengajak remaja melihat pendidikan bukan hanya sebagai sarana untuk mendapatkan ijazah, tetapi juga sebagai bekal untuk mengenali potensi diri, membuat keputusan hidup yang bijak, dan meraih cita-cita. Direktur Bina Ketahanan Remaja Kemendukbangga, Irma Ardiana, menegaskan bahwa setiap remaja Indonesia berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan, tanpa memandang latar belakang ekonomi atau kondisi sosial.
Irma menyatakan, “Indonesia patut bersyukur karena angka perkawinan anak terus menunjukkan tren penurunan. Namun, tantangan belum sepenuhnya berakhir.” Ia menambahkan bahwa keterbatasan ekonomi, putus sekolah, rendahnya akses terhadap informasi pendidikan, serta pengaruh lingkungan dan media sosial masih menjadi faktor yang dapat menghambat masa depan remaja.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pendidikan, tetapi juga memengaruhi kesehatan, kesejahteraan, dan kesiapan remaja dalam menjalani kehidupan berkeluarga. Melalui Kelas Cinta Tanpa Nikah Dini, Direktorat Bina Ketahanan Remaja menyediakan ruang belajar yang dekat dengan kehidupan remaja. Pada seri ketiga ini, peserta mendapatkan informasi mengenai peluang melanjutkan pendidikan, akses beasiswa, hingga pendidikan kesetaraan Paket C sebagai alternatif bagi mereka yang sempat putus sekolah.
Irma berharap kelas ini tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan, tetapi juga mampu membangun optimisme bahwa setiap remaja memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil. “Kami berharap kelas ini bisa menjadi sarana berbagi pengetahuan dan membangun optimisme,” katanya. Antusiasme peserta terlihat dari beragam usia yang mengikuti kegiatan tersebut, menunjukkan bahwa semakin banyak remaja yang mulai menyadari pentingnya mempersiapkan masa depan sejak dini.
Irma juga mengajak para peserta untuk mengajak teman-teman di sekolah, komunitas, maupun organisasi kepemudaan agar ikut bergabung dalam kelas-kelas berikutnya sehingga semakin banyak remaja memperoleh akses terhadap informasi yang bermanfaat. Ia membuka ruang bagi peserta untuk mengusulkan tema-tema yang relevan dengan kebutuhan remaja agar Kelas Cinta Tanpa Nikah Dini terus berkembang menjadi ruang belajar yang adaptif dan inspiratif.
Menutup sambutannya, Irma mengingatkan bahwa masa muda merupakan kesempatan terbaik untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan masa depan. “Masa muda adalah kesempatan terbaik untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan masa depan,” pungkasnya. Melalui semangat “Unlock Your Future”, Kemendukbangga ingin menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas, melainkan jembatan yang membuka peluang, memperluas pilihan hidup, dan membantu setiap remaja Indonesia melangkah lebih percaya diri menuju masa depan yang mereka impikan.





















